Ekspansi Menara Dorong EBITDA Tower Bersama

Rabu, 14 Mei 2014 | 11:32 WIB
FN
WP
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: WBP
Logo Tower Bersama Group.
Logo Tower Bersama Group. (Ist.)

Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sepanjang kuartal I-2014 berhasil mencatat pendapatan Rp 781 miliar, atau naik 26,5 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Peningkatan pendapatan perseroan juga dibarengi dengan peningkatan laba sebelum pajak dan amortisasi (EBITDA) sebesar 26,6 persen menjadi Rp 641 miliar. Pertumbuhan selama tiga bulan pertama 2014 ini dipicu oleh penambahan menara telekomunikasi.

"Dalam kuartal I-2014, kami terus menunjukkan kemampuan dan kapabilitas eksekusi yang dibuktikan dengan penambahan organik sebanyak 516 site menara build-to-suit," kata Chief Executive Officer PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Hardi Wijaya Liong dalam siaran resminya di Jakarta, Rabu (14/5).

Per 31 Maret 2014, perseroan memiliki 17.222 penyewaan dan 10.572 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 9.382 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 150 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 16.032, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,71.

"Kami berkerja sama dengan operator pelanggan kami dalam pengembangan jaringan mereka dan kami melihat adanya permintaan yang kuat untuk pembangunan site build-to-suit dan juga kolokasi", kata Hardi.

Hingga kuartal I-2014, total pinjaman (debt) perseroan sebesar Rp 12,05 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 8,19 triliun. Pinjaman ini dalam mata uang dollar Amerika Seirkat (AS) yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kur lindung nilai.

Sementara itu, saldo kas perseroan mencapai Rp 668 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp11,38 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp 7,53 triliun.

Adapun rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA kuartal I- 2014 yang disetahunkan adalah 2,93x, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA kuartal pertama yang disetahunkan adalah 4,44x.

"Ini berarti TBIG masih mempunyai ruang untuk pendanaan lebih lanjut berdasarkan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman perseroan serta obligasi beredenominasi dollar AS dan rupiah," kata dia.

Ekspansi Menara
Tahun ini, Tower Bersama membidik sebanyak 3.000-3.300 penyewa menara telekomunikasi atau tenant baru. Perseroan berencana membangun 1650-2310 menara baru, atau 50-70 persen dari target tenant. Dana untuk ekspansi menara diperkirakan sebesar Rp 1,98 triliun-Rp 2,8 triliun.

"Pembangunan satu menara bisa menghabiskan Rp 1 sampai Rp 1,2 miliar. Setiap kuartal setidaknya kami bisa menghabiskan dana sekitar Rp 500 miliar sampai Rp 700 miliar," jelas Direktur Keuangan Tower Bersama Helmy Yusman Santoso usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan belum lama ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon