Peselancar Indonesia Berjaya di Ajang BISC 2014

Minggu, 25 Mei 2014 | 19:25 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Peselancar berusaha mengendalikan papan selancar ketika mengikuti Banyuwangi International Surfing di Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/5). Sebanyak 120 peserta dari 15 negara mengikuti kejuaraan selancar internasional yang bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata pantai Pulau Merah.
Peselancar berusaha mengendalikan papan selancar ketika mengikuti Banyuwangi International Surfing di Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/5). Sebanyak 120 peserta dari 15 negara mengikuti kejuaraan selancar internasional yang bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata pantai Pulau Merah. (Antara/M Risyal Hidayat)

Banyuwangi - Dalam gelaran Banyuwangi International Surfing Competition (BISC) 2014, yang diikuti sekitar 125 peselancar dari 15 negara dan 65 peserta lokal, peselancar asal Indonesia berhasil menunjukkan keperkasaannya.

Untuk kelas Internasional A, peselancar Darma Putra dari Bali berhasil keluar sebagai pemenang. Adapun di peringkat kedua, ketiga, dan keempat adalah Black Satria, Darmayasa, dan Gogo S.

"Peselancar asal Indonesia tampil cukup baik kali ini, berhasil menyingkirkan peselancar dari berbagai negara," ujar I Made Sudiarta, salah seorang juri Banyuwangi International Surfing Competition di Pulau Merah, Banyuwangi, Minggu (25/5).

Darma Putra mengatakan, dirinya melakukan sejumlah manuver untuk mendapat penilaian terbaik. Salah satunya adalah manuver terbang di atas ombak. "Selain itu, saya juga melakukan gerakan vertikal diatas ombak. Itu jadi kunci kemenangan," kata Darma.

Adapun untuk Kelas Internasional B (kelas yunior kelompok umur di bawah 17 tahun), peselancar dari Rusia, Willi Weikum menjadi jawara. Di peringkat kedua ada Carok Gunata dan peringkat ketiga Fathirian dari Indonesia. Sementara peringkat keempat ditempati Julia Groon.

Di kelas Nasional A, pemenang pertama diraih Raju Sena (Bali), lalu disusul Andre Julian (Bali), Agus Julyantara (Bali), dan Riman Jayadi (Bali). Untuk Kelas Nasional B (di bawah 17 tahun), peselancar Dian Herdiyanto (Jabar) dinobatkan jadi jawara, disusul oleh Made Tedy (Bali), Irawan D. Asmoro (Yogyakarta), dan Made Kusuma (Bali).

"Raju Sena merupakan surfer profesional yang pernah tampil di kejuaraan Rip Curl Grand Series," kata I Made Sudiarta, salah seorang juri.

Untuk Kelas Perempuan, peselancar lokal asal Banyuwangi Dhea Natasya meraih tampuk juara pertama, disusul Salini Rengganis (Pacitan), Tamaki Takoshi (Jepang), dan Nala Lee (Korea Selatan).

Sedangkan di Kelas Lokal dimenangkan oleh Dhani Widyanto, peselancar asli Pantai Pulau Merah. Dan kategori lokal pemula diraih oleh Ivan Prihandoyo. "Ivan Prihandoyo sekaligus menjadi the best perform dari semua peserta lokal," tambah dia.

Kepala Dewan Juri Ketut Menda mengatakan, penilaian kompetisi surfing dilakukan melalui beberapa poin, seperti kecepatan, kekuatan, dan keseimbangan.

"Penilaian ini diantaranya melihat seberapa cepat dia mengejar ombak, dan keseimbangan selama di atas ombak," kata Ketut.

Ketut melanjutkan, juri juga melihat banyaknya manuver yang dilakukan selama di air. "Peserta yang perolehan nilainya tinggi rata-rata melakukan 5-6 manuver tanpa jatuh. Makin sulit gerakannya makin tinggi nilainya," jelas juri yang memiliki sertifikat internasional ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon