Rencana Satu Visa ASEAN Terus Digodok
Senin, 5 Desember 2011 | 18:48 WIB
Penggunaan satu visa untuk sepuluh negara ASEAN diharapkan dongkrak pariwisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa rencana untuk mewujudkan satu visa di negara-negara anggota ASEAN sudah menjadi salah satu agenda yang akan dibahas tahun depan.
Rencana kebijakan satu visa bagi turis di luar ASEAN yang berkunjung ke negara-negara anggota sudah diputuskan dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-19 bulan lalu di Bali, kata Mari, Senin (5/12).
Visa ASEAN ini direncanakan akan bisa dipakai oleh wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke sepuluh negara anggota ASEAN tanpa harus mengajukan permohonan visa ke masing-masing negara dan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong tumbuhnya industri pariwisata di kawasan Asia Tenggara.
??Mari mengatakan kebijakan satu visa ASEAN ini juga akan menjadi salah satu agenda yang akan dibahas pada ASEAN Tourism Forum pada Januari tahun depan yang akan diadakan di Manado, Sulawesi Utara. ??"Namun hal ini masih memerlukan proses yang dilakukan di luar kementerian kami, seperti pihak imigrasi dan kementerian-kementerian bidang politik, hukum, dan keamanan," ujar Mari saat konferensi pers di sela-sela Konferensi Pariwisata Nasional di Jakarta.
??Visa ASEAN diadopsi dari model visa Schengen di Eropa, yang sejak tahun 1995 bisa dipakai untuk masuk ke beberapa negara Eropa, antara lain Prancis, Jerman, Belgia, Belanda, Italia, Luxemburg, Portugal, dan Spanyol dan mempermudah perjalanan turis lintas batas negara-negara Eropa tersebut dengan menggunakan hanya satu visa.??"Sebagai pihak yang berkepentingan, tentunya kita akan terus dorong kebijakan tersebut," ujar Mari.
Mari mengatakan selama tahun 2009, Indonesia tidak mengalami penurunan jumlah turis mancanegara walau pada saat itu beberapa negara utama asal wisatawan asing sedang mengalami krisis ekonomi.
Untuk tahun depan, tambah Mari, pemerintah menargetkan kedatangan delapan juta wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke berbagai tujuan pariwisata di Indonesia. ??"Yang akan mengalami penurunan adalah turis dari Eropa dan Jepang, karena itu kita akan targetkan turis dari negara kelompok ekonomi baru seperti Rusia dan negara-negara Timur Tengah yang pertumbuhan ekonominya dua digit," ujar Mari.
ASEAN, atau Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara, beranggotakan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa rencana untuk mewujudkan satu visa di negara-negara anggota ASEAN sudah menjadi salah satu agenda yang akan dibahas tahun depan.
Rencana kebijakan satu visa bagi turis di luar ASEAN yang berkunjung ke negara-negara anggota sudah diputuskan dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-19 bulan lalu di Bali, kata Mari, Senin (5/12).
Visa ASEAN ini direncanakan akan bisa dipakai oleh wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke sepuluh negara anggota ASEAN tanpa harus mengajukan permohonan visa ke masing-masing negara dan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong tumbuhnya industri pariwisata di kawasan Asia Tenggara.
??Mari mengatakan kebijakan satu visa ASEAN ini juga akan menjadi salah satu agenda yang akan dibahas pada ASEAN Tourism Forum pada Januari tahun depan yang akan diadakan di Manado, Sulawesi Utara. ??"Namun hal ini masih memerlukan proses yang dilakukan di luar kementerian kami, seperti pihak imigrasi dan kementerian-kementerian bidang politik, hukum, dan keamanan," ujar Mari saat konferensi pers di sela-sela Konferensi Pariwisata Nasional di Jakarta.
??Visa ASEAN diadopsi dari model visa Schengen di Eropa, yang sejak tahun 1995 bisa dipakai untuk masuk ke beberapa negara Eropa, antara lain Prancis, Jerman, Belgia, Belanda, Italia, Luxemburg, Portugal, dan Spanyol dan mempermudah perjalanan turis lintas batas negara-negara Eropa tersebut dengan menggunakan hanya satu visa.??"Sebagai pihak yang berkepentingan, tentunya kita akan terus dorong kebijakan tersebut," ujar Mari.
Mari mengatakan selama tahun 2009, Indonesia tidak mengalami penurunan jumlah turis mancanegara walau pada saat itu beberapa negara utama asal wisatawan asing sedang mengalami krisis ekonomi.
Untuk tahun depan, tambah Mari, pemerintah menargetkan kedatangan delapan juta wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke berbagai tujuan pariwisata di Indonesia. ??"Yang akan mengalami penurunan adalah turis dari Eropa dan Jepang, karena itu kita akan targetkan turis dari negara kelompok ekonomi baru seperti Rusia dan negara-negara Timur Tengah yang pertumbuhan ekonominya dua digit," ujar Mari.
ASEAN, atau Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara, beranggotakan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
SUMATERA UTARA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




