BBM Naik, "BI Rate" Diproyeksi Terkerek Tambah 25 Basis Poin
Selasa, 18 November 2014 | 16:28 WIB
Jakarta -Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan Bank Indonesia (BI) kemungkinan menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,75 persen dari level saat ini sebesar 7,5 persen menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp 2.000 per liter.
Adanya pertemuan luar biasa dewan gubernur bank sentral Indonesia tersebut pada siang ini mengindikasi rencana kenaikan BI rate.
"Mereka hari ini ada pertemuan luar biasa, harusnya mereka baru akan meeting pada awal Desember sesuai jadwal, sangat mungkin membahas rencana kenaikan suku bunga," katanya kepada Beritasatu.com, Selasa (18/11).
Lebih lanjut, kenaikan suku bunga dinilai akan menopang rupiah yang telah melemah 6 persen selama enam bulan terakhir seiring kekhawatiran investor asing terhadap ketidakpastian politik Indonesia dan potensi keluarnya aliran dana asing. Sementara hari ini, rupiah menguat ke level tertinggi selama dua pekan terakhir menyusul kenaikan harga BBM. "Kenaikan ini juga akan mengokohkan reputasi BI sebagai bank sentral," tambahnya.
Seperti diketahui, lebih dari setahun BI mengambil langkah konservatif dan prudent dengan mempertahankan kebijakan suku bunga di level 7,5 persen. Padahal sebelumnya BI menaikkan suku bunga sebesar 175 basis poin pada Juni hingga November tahun lalu.
Pemerintah mengharapkan penghematan sekitar Rp 100 triliun tahun depan dari kebijakan realokasi subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, pertanian, maritim maupun energi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




