Petrosea Siapkan Capex US$ 65 Juta
Selasa, 21 April 2015 | 07:05 WIB
Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) bakal menyiapkan dana hingga sebesar US$ 65 juta untuk belanja modal (capital expenditure/ capex) tahun ini. Sebagian besar capex digunakan untuk pembangunan dermaga penunjang jasa minyak dan gas (migas) di Kariangau, Kalimantan Timur.
Adapun sisanya, akan digunakan untuk membeli dan merawat peralatan tambang perseroan. Tahun ini, perseroan menargetkan bisnis jasa migas dapat terintegrasi melalui pembangunan dermaga.
Direktur Keuangan Petrosea M Kurnia Ariawan mengungkapkan, pihaknya membutuhkan dana sebesar US$ 45 juta tahun ini untuk membangun dermaga. Total kebutuhan dana untuk proyek tersebut adalah sekitar US$ 60 hingga US$ 70 juta.
"Pembangunan sudah dimulai awal tahun ini dan akan selesai pada Mei atau Juni tahun depan," ucap Kurnia di Jakarta, Senin (20/4).
Dia melanjutkan, pembangunan dermaga tersebut merupakan prioritas perseroan tahun ini. Menurut Kurnia, pembangunan dermaga merupakan ekspansi Petrosea di sektor jasa migas.
Kurnia mengungkapkan, saat ini perseroan telah memiliki satu dermaga. Perseroan berharap dengan membangun satu dermaga lagi maka bisnis jasa migas dapat terintegasi.
Dalam lima tahun ke depan, Petrosea memproyeksikan pendapatan dari sektor jasa migas akan berkontribusi sebesar 30 persen terhadap total pendapatan perseroan. Tahun lalu jasa migas berkontribusi sebesar 10 persen dari total pendapatan Petrosea, atau sebesar US$ 35,5 juta. Nilai tersebut meningkat dari periode sebelumnya, yaitu sebesar US$ 33,1 juta.
"Jasa Migas akan menjadi fondasi kuat keuangan perseroan pada masa mendatang," ungkap dia.
Saat ini, hampir 85 persen pendapatan Petrosea berasal dari bisnis konstruksi pertambangan batubara. Perseroan secara bertahap akan meningkatkan kinerja bisnis dari diversifikasi usahanya.
"Pendapatan dari bisnis pertambangan akan turun menjadi 50 persen pada lima tahun mendatang. Hal tersebut dilakukan agar Petrosea memiliki landasan bisnis yang lebih kuat," ujar dia.
Sepanjang tahun lalu, Petrosea mencatatkan pendapatan sebesar US$ 38 juta, lebih rendah 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 360 juta. Penurunan pendapatan perseroan disebakan oleh turunnya volume pengupasan lapisan tahan penutup (overburden removal) sebesar 7 persen.
"Overburden removal tahun lalu sebanyak 141 juta BCM. Sebagian pendapatan perseroan diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari jasa minyak dan gas bumi serta rekayas dan manajemen proyek," tutur Kurnia.
Sementara itu, laba operasi perseroan turun sebesar 35,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$ 40 juta. Hal tersebut disebabkan oleh penrunan laba krot yag diimbangi dengan penrunan biaya administrasi sebagai hasil dari program efisiensi yang dilakukan perseroan.
"Biaya bunga dan beban keuangan mengalami penurunan sebesar 51,5 persen, sebagai hasil dari kegiatan manajemen liabilitas yang dilakukan grup pada tahun sebelumnya," ucap dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




