Hati-hati Simpan Data Pribadi di FB dan HP
Sabtu, 21 Januari 2012 | 15:43 WIB
Berhati-hati mengunduh data karena ketika berkas dan aplikasi palsu diunduh, tanpa disadari virus yang diinjeksi melakukan serangan kepada sistem informasi.
Berhati-hatilah mengunduh data dan menyimpan data pribadi di jejaring sosial dan telepon seluler karena itu menjadi sasaran empuk bagi para peretas.
Ignatius Mantra dosen jaringan komputer dan keamanan informasi di ABFII Perbanas Institute, mengatakan aplikasi palsu di mesin pencari dapat menyerang sistem informasi dan mencuri data-data pribadi.
"Tidak semua berkas dan aplikasi di mesin pencari dalam kondisi bersih, karena ada yang sudah diberikan muatan malware, botnet dan Trojan oleh peretas," ujarnya, hari ini.
Dia memperingatkan pengguna komputer untuk berhati-hati ketika mengunduh data karena ketika berkas dan aplikasi palsu diunduh, tanpa disadari virus yang diinjeksi melakukan serangan kepada sistem informasi di mana komputer pengunduh itu berada.
"Sebenarnya para peretas sudah melakukan riset untuk menemukan kelemahan jejaring media sosial dan menempatkan aplikasi yang dapat mengambil data pemilik akun,' ujar Mantra.
Mantra memperingatkan bahwa telepon seluler tidak aman dari kemungkinan pencurian data.
"Jenis serangan terakhir terhadap keamanan informasi yang diperkirakan akan banyak digunakan adalah melalui perangkat bergerak seperti ponsel," ujarnya.
Berhati-hatilah mengunduh data dan menyimpan data pribadi di jejaring sosial dan telepon seluler karena itu menjadi sasaran empuk bagi para peretas.
Ignatius Mantra dosen jaringan komputer dan keamanan informasi di ABFII Perbanas Institute, mengatakan aplikasi palsu di mesin pencari dapat menyerang sistem informasi dan mencuri data-data pribadi.
"Tidak semua berkas dan aplikasi di mesin pencari dalam kondisi bersih, karena ada yang sudah diberikan muatan malware, botnet dan Trojan oleh peretas," ujarnya, hari ini.
Dia memperingatkan pengguna komputer untuk berhati-hati ketika mengunduh data karena ketika berkas dan aplikasi palsu diunduh, tanpa disadari virus yang diinjeksi melakukan serangan kepada sistem informasi di mana komputer pengunduh itu berada.
"Sebenarnya para peretas sudah melakukan riset untuk menemukan kelemahan jejaring media sosial dan menempatkan aplikasi yang dapat mengambil data pemilik akun,' ujar Mantra.
Mantra memperingatkan bahwa telepon seluler tidak aman dari kemungkinan pencurian data.
"Jenis serangan terakhir terhadap keamanan informasi yang diperkirakan akan banyak digunakan adalah melalui perangkat bergerak seperti ponsel," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




