Waspadai Serangan Malware, Botnet dan Trojan
Sabtu, 21 Januari 2012 | 16:09 WIB
Ketiga jenis serangan ini sangat populer di kalangan peretas untuk mencuri data atau merusak sistem informasi.
Penyerangan sistem jaringan komputer dan informasi di Indonesia melalui malware, botnet dan Trojan diperkirakan akan menjadi cara yang banyak digunakan oleh peretas pada tahun ini.??
"Perkiraan saya, serangan sistem informasi dengan ketiga cara tersebut mencapai 78 % dari total serangan," ujar Iganitius Mantra, dosen jaringan komputer dan keamanan informasi di ABFII Perbanas Institute, hari ini di Jakarta.
Lebih lanjut Mantra mengatakan, serangan melalui server dan aplikasi palsu, yang banyak beredar di mesin pencari di Internet, diperkirakan mencapai 14 %, serangan melalui jejaring media sosial diperkirakan mencapai 6 % serta serangan melalui perangkat mobile seperti ponsel, hanya sekitar 2 %.
Mantra menambahkan bahwa serangan seperti itu sangat populer di kalangan peretas untuk mencuri data atau merusak sistem informasi di suatu institusi karena jaringan komputer yang digunakan dalam institusi yang diserang tidak dapat mengenali serangan model ini.
??"Malware bisa menyerang suatu sistem informasi melalui beberapa celah masuk yang rawan seperti jaringan komputer, email, thumb drive dan berbagi berkas," ujar Mantra.??
Bila hal ini sudah terjadi, tambah Mantra, berkas yang sudah terinfeksi menjadi rawan untuk digunakan bekerja karena bisa menggandakan diri dan pada akhirnya meracuni sistem.
??"Cepat atau lambat, informasi yang berada dalam sistem akan mengalir keluar dan pada akhirnya sistem akan dibuat lumpuh," ujar Mantra.
Penyerangan sistem jaringan komputer dan informasi di Indonesia melalui malware, botnet dan Trojan diperkirakan akan menjadi cara yang banyak digunakan oleh peretas pada tahun ini.??
"Perkiraan saya, serangan sistem informasi dengan ketiga cara tersebut mencapai 78 % dari total serangan," ujar Iganitius Mantra, dosen jaringan komputer dan keamanan informasi di ABFII Perbanas Institute, hari ini di Jakarta.
Lebih lanjut Mantra mengatakan, serangan melalui server dan aplikasi palsu, yang banyak beredar di mesin pencari di Internet, diperkirakan mencapai 14 %, serangan melalui jejaring media sosial diperkirakan mencapai 6 % serta serangan melalui perangkat mobile seperti ponsel, hanya sekitar 2 %.
Mantra menambahkan bahwa serangan seperti itu sangat populer di kalangan peretas untuk mencuri data atau merusak sistem informasi di suatu institusi karena jaringan komputer yang digunakan dalam institusi yang diserang tidak dapat mengenali serangan model ini.
??"Malware bisa menyerang suatu sistem informasi melalui beberapa celah masuk yang rawan seperti jaringan komputer, email, thumb drive dan berbagi berkas," ujar Mantra.??
Bila hal ini sudah terjadi, tambah Mantra, berkas yang sudah terinfeksi menjadi rawan untuk digunakan bekerja karena bisa menggandakan diri dan pada akhirnya meracuni sistem.
??"Cepat atau lambat, informasi yang berada dalam sistem akan mengalir keluar dan pada akhirnya sistem akan dibuat lumpuh," ujar Mantra.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




