ASDP Kupang Tetap Buka Jalur Kalabahi dan Larantuka

Minggu, 7 Juni 2015 | 03:36 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Armada Kapal ASDP saat bersandar di Dermaga Feri Bolok, Kupang, NTT
Armada Kapal ASDP saat bersandar di Dermaga Feri Bolok, Kupang, NTT (SP/Yoseph Kelen)

Kupang - Manajemen Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kupang tetap membuka layanan pelayaran lintasan Kupang-Kalbahi dan Kupang-Larantuka dengan waktu keberangkatan jam 12.00 Wita atau tidak seperti biasanya jam 08.00 Wita karena cuaca buruk.

"Info pelayaran Kapal Fery Cabang Kupang 7 Juni 2015 dengan tujuan Kalabahi di Kabupaten Alor dan tujuan Larantuka di Kabupaten Flores Timur akan diberangkatkan pada Minggu siang jam 12.00 Wita dari pelabuhan Bolok Kupang," kata General Manajemen PT Fery Indonesia Cabang Kupang Arnol Jansen di Kupang, Sabtu (6/6).

Sementara untuk lintasan lainnya seperti Kupang-Aimere-Waingapu dan Kupang-Sabu-Rote Ndao serta Kupang-Rote Ndao pergi dan pulang masih tetap ditutup karena cuaca buruk pada lintasan itu hingga pekan depan tanggal 9 Juni 2015.

"Menghadapi kondisi ini, pihak PT Fery Indonesia Kupang yang mengoperasikan armada ASDP Kupang menerapkan sistem buka tutup layanan pelayanan sesuai dengan kondisi perairan yang akan dilintasi armada," katanya.

Untuk Minggu (7/6) katanya, armada yang akan dioperasikan ke Kupang-Kalabahi adalah KMP Ranaka dan Kupang-Larantuka adalah KMP Ile Mandiri.

Sementara armada Fery lainnya diparkir karena lintasan yang akan dilalui seperti Laut Sawu, Laut Flores dan Selat Sumba gelombang tinggi antara dua hingga lima meter sehingga rawan untuk dilalui.

"Pada pekan depan itu barulah kondisi perairan Kupang-Aimere-Waingapu dan Kupang-Sabu-Rote Ndao serta Kupang-Rote Ndao pergi dan pulang diperkirakan normal kembali dan layak untuk dilayari," katanya.

Sebelumnya layanan pelayaran dari dan ke berbagai tujuan di Nusa Tenggara Timur akhirnya lumpuh total setelah lintasan Kupang--Rote Ndao yang selama tiga hari terakhir dimajukan jam pemberangkatannya lebih awal untuk menghindari cuaca buruk.

"Berhubung cuaca buruk, maka khusus untuk lintaan Kupang-Rote Ndao yang tiga hari terakhir disiasati untuk tetap berlayar dengan diberangkatkan lebih awal, ditutup untuk dua hari ke depan," katanya.

Menurut dia, dengan ditutupnya lintasan Kupang-Rote Ndao itu, maka seluruh lintasan pelayaran ke berbagai daerah tujuan di Nusa Tenggara Timur lumpuh total terhitung sejak Jumat (5/6) setelah sebelumnya Rabu, (3/6) lintasan Kupang-Sabu dan Kupang-Aiemere-Waingapu ditutup.

"Penutupan pelayaran dari dan ke berbagai daerah di wilayah kepulauan itu berlangsung sejak 3 Juni dan diawali dari lintasan Kupang-Sabu Raijua, diikuti lintasan Kupang-Aimere-Waingapu di Pulau Sumba dan hari ini diikuti lagi Kupang-Rote Ndao," katanya.

Prakirawan cuaca pada Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Wahyu Argo mengatakan tingginya gelombang laut tersebut dipicu oleh perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Australia dengan 1028 hpa dengan Indonesia yang hanya 1014 hpa telah memicu terjadinya angin kencang.

Berdasarkan hasil foto satelit, kata Wahyu, kondisis itu akan membuat kecepatan angin di atas permukaan air laut akan terus meningkat menjadi 30 - 40 knot atau berada pada kisaran 35 - 45 km/jam.

Ia menambahkan, kecepatan angin yang bergerak melampaui ambang batas normal itu, kemudian memicu terjadinya gelombang besar di wilayah daratan rendah NTT pada kisaran antara 4 - 5 meter.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon