Warga Kabupaten Puncak Hanya Makan Umbi-umbian Saat Hujan Es
Senin, 13 Juli 2015 | 15:06 WIB
Jayapura - Tiga kampung di Kabupaten Puncak, Papua, dilanda hujan es sejak satu bulan lalu yang menyebabkan gagalnya hasil kebun dan matinya ternak milik warga setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Papua, Didi Agus Prihatno mengatakan saat ini pihaknya terus berusaha menyuplai bahan makanan dan pakaian untuk warga di Kampung Agamdugume, Tuput dan Jiwot di Distrik Agandugume.
"Laporan yang saya terima ada 6.150 orang yang berada di tiga kampung ini. Tiga kampung tersebut hanya bisa disinggahi dengan pesawat berbadan kecil. Saat ini kami tinggal menunggu pesawat untuk menggeser bahan makanan dan pakaian ke kampung tersebut," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (13/7) siang.
Menurut Didi, siklus hujan es di sejumlah kabupaten yang terletak di pegunungan tengah Papua memang biasa terjadi pada Juni-Juli.
Namun jika bencana ini berkepanjangan, maka hal itu akan membuat tanaman dan hasil kebun mati serta mengakibatkan masyarakat kelaparan.
"Biasanya juga umbi-umbian yang ditanam akan beracun dan mengakibatkan jika masyarakat akan mengkonsumsi umbi-umbian tersebut menyebabkan diare," ujarnya.
Wakil Bupati Puncak, Repinus Telengen, mentakan ada sekitar 10.000 warganya yang menanti bantuan.
"Selama diguyur hujan es, masyarakat setempat mengonsumsi sayur pakis dan labu. Pihaknya masih terus berupaya menggeser bahan makanan berupa makanan instan dan beras. Kendala kami di lapangan saat ini adalah pengiriman makanan terkendala cuaca," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




