Penutupan Bandara di Ternate Diperpanjang hingga Sabtu Sore

Sabtu, 18 Juli 2015 | 09:30 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Pesawat udara maskapai Garuda Indonesia berjalan menuju apron usai mendarat di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, Senin (29/12).
Pesawat udara maskapai Garuda Indonesia berjalan menuju apron usai mendarat di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, Senin (29/12). (Antara/Widodo S Jusuf)

Ternate - Penutupan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, akibat erupsi Gunung Api Gamalama sejak Kamis (16/7) sore diperpanjang hingga Sabtu (18/7), pukul 17.00 Wita.

Kepala Unit Pelaksana Penyelenggara Bandar Udara (UPPBU) Sultan Babullah Ternate, Rasburhany di Ternate, Sabtu (18/7), mengatakan, pada Sabtu sore akan dievaluasi dan jika erupsi Gunung Gamalama tidak lagi membahayakan aktivitas penerbangan, Bandara Sultan Babullah akan dibuka.

Kondisi landasan Bandara Sultan Babullah Ternate sebenarnya bersih dari abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama, karena abu vulkanik Gamalama terbawa angin ke arah barat. Namun, hal ini tetap dianggap rawan untuk penerbangan.

Apalagi, aktivitas penerbangan terutama pesawat dari dan ke Bandara Sultan Babullah harus bermanuver, sehingga dikhawatirkan terkena abu vulkanik.

Penutupan bandara tersebut mengakibatkan ratusan calon penumpang yang menggunakan lima maskapai penerbangan dengan tujuan berbagai daerah di Indonesia terpaksa belum bisa berangkat dan datang hingga saat ini.

Dia mengatakan, jumlah normal penumpang di Bandara Sultan Babullah sekitar 700 - 800 orang per hari, sehingga saat ini terjadi penumpukan penumpang dari dan ke Bandara Babullah Ternate.

"Tetapi, jika dihitung dengan jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Babullah Ternate setiap harinya 800 orang, maka dalam empat hari terakhir, Bandara Babullah kehilangan pendapatan itu lebih dari Rp 35,2 juta. Jumlah tu belum kerugian yang dialami oleh perusahaan penerbangan yang selama ini membuka rute penerbangan dari dan ke Bandara Babullah Ternate," katanya.

Sementara itu, sejumlah penumpang yang masih bertahan di terminal Sultan Babullah Ternate mengeluhkan tidak adanya informasi dan perhatian dari maskapai, karena selama dua hari ini, para penumpang hanya mendapatkan janji yang tidak pasti.

Salah seorang calon penumpang maskapai Sriwijaya Air, Ridwan menyayangkan manajemen maskapai tersebut. Ia mengatakan, penumpang tidak mendapat informasi secara resmi kapan pesawat akan diberangkatkan, bahkan telepon seluler yang diberikan ke penumpang saat dihubungi melalui SMS atau telepon tidak diangkat. Akibatnya penumpang harus rela menunggu berhari-hari di bandara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon