Korban Erupsi Gunung Gamalama Terserang Penyakit

Selasa, 21 Juli 2015 | 15:23 WIB
B
IC
Penulis: BeritaSatu | Editor: CAH
Warga berbincang di salah satu sudut kota Ternate dengan latar belakang Gunung Gamalama di Maluku Utara, Sabtu (27/12).
Warga berbincang di salah satu sudut kota Ternate dengan latar belakang Gunung Gamalama di Maluku Utara, Sabtu (27/12). (Antara/Widodo S Jusuf)

Ternate - Warga korban erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), mulai terserang berbagai penyakit. Namun semuanya sudah ditangani secara maksimal oleh tim medis setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy mengatakan hingga kini ada 113 warga yang terserang penyakit. Angka tersebut diperoleh dari data dari posko kesehatan yang dibentuk Dinas Kesehatan pasca-erupsi Gunung Gamalama pada Kamis (16/7) pekan lalu.

"Dari 113 warga terserang penyakit itu, yang terbanyak merupakan penderita penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan (Ispa) dan sebagian besar merupakan anak-anak dan lansia," ujar Nurbaity di Ternate, Selasa (21/7).

Dirinya merinci sejumlah penyakit yang ditangani tim medis baik di posko pengungsian maupun kelurahan yang terkena dampak erupsi Gunung Gamalama diantaranya diare yang sebagian besar diderita anak-anak dan bayi, hipertensi, gatrisis (maag kambuh) dan iritasi mata.

Selain itu, para penderita yang berhasil dicatat 81 orang anak-anak dan bayi, lansia 30 orang dan sisanya merupakan orang dewasa korban erupsi Gunung Gamalama.

Untuk membantu warga korban erupsi Gunung Gamalama, saat ini, Dinas Kesehatan menempatkan tim medisnya mulai dari dokter sampai perawat di posko pengungsian dan kelurahan yang terkena dampak abu vulkanik.

Disinggung mengenai kurangnya tenaga medis yang ditempatkan di berbagai posko pengungsian dan kelurahan terkena dampak abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama."Sebagian besar tenaga medisnya mudik dan bertepatan dengan hari libur lebaran Idul Fitri, sehingga tim medisnya yang ada dimaksimalkan untuk membantu warga terkena berbagai penyakit," katanya.

Sementara itu, warga korban erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate, yang telah diungsikan oleh Pemerintah Kota Ternate yang tercatat sejak Selasa pagi, sebanyak 1498 jiwa atau 408 KK. Jumlah itu kemungkinan akan bertambah jika erupsi Gamalama terus berlanjut.

Dari 1498 warga tersebut dari kelurahan Loto dan Togafo, mereka kini ditampung di Markas TNI-AL Ternate dan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ternate dan dari 1498 jiwa pengungsi tersebut menempati dua titik pengungsian yang disiapkan Pemkot Ternate, sedangkan dua titik pengungsi lainnya seperti aula SMK Negeri 2 dan aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate disiapkan sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Gamalama, maka tempat tersebut akan diberikan bagi warga yang berada di dua kelurahan lainnya.

Sebab, hingga saat ini, Pemkot Ternate melakukan inventarisir jumlah korban erupsi Gunung Gamalama lainnya, terutama yang berada di Kelurahan Takome dan Afetaduma yang kini sebagian besar warganya masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon