Ratusan Anak Korban Erupsi Gamalama Tidak Sekolah
Kamis, 23 Juli 2015 | 13:22 WIB
Ternate - Ratusan anak korban erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), yang kini berada di sejumlah lokasi pengungsian, tidak ke sekolah walaupun tahun ajaran baru dimulai sejak kemarin.
"Bagaimana anak-anak bisa ke sekolah kalau masih berada di pengungsian, apalagi lokasi pengungsian dengan sekolah sangat jauh," kata Abubakar, warga korban erupsi Gunung Gamalama, di lokasi pengungsian di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ternate, Kamis (23/7).
Selain itu, sekolah mereka, baik SD maupun SMP, berada di lokasi yang sejak erupsi Gamalama pada 16 Juli 2015 hingga kini masih sering dilanda abu vulkanik erupsi Gamalama, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan kegiatan belajar mengajar.
Abubakar tidak bisa memastikan sampai kapan anak-anak korban erupsi Gamalama yang kini berada di sejumlah lokasi pengungsian bisa sekolah kembali.
Pemerhati pendidikan di Ternate Asghar Saleh mengatakan, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Ternate harus melakukan langkah-langkah bijak jika anak-anak korban erupsi Gamalama tersebut bertahan lama di lokasi pengungsian.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan Diknas adalah membuka sekolah sementara di lokasi pengungsian. Hal itu agar anak-anak bisa belajar atau menitipkan mereka di sejumlah sekolah yang letaknya dekat dengan lokasi pengungsian untuk belajar bersama siswa setempat.
Erupsi gunung api setinggi 1.700 dari permukaan laut itu memaksa lebih dari 1.500 warga, sebagian di antaranya anak-anak di Kelurahan Loto dan Togafo, harus diungsikan ke tiga lokasi yang disiapkan Pemkot Ternate yakni gedung SKB Ternate, aula SMK 2 Ternate dan markas Lanal Ternate.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




