Warga Ternate Waspada Banjir Lahar Dingin
Sabtu, 25 Juli 2015 | 12:45 WIB
Ternate - Sejumlah warga di areal bantaran kali Tugurara Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) waspada banjir lahar dingin, menyusul turunnya hujan deras selama dua hari terakhir pasca-letusan Gunung Api Gamalama sejak 16 Juli lalu.
Rusni Salas, warga di kawasan Tugurara Ternate, mengatakan, hujan yang terjadi selama dua hari di Ternate membuat warga cemas dan khawatir, karena banjir lahar dingin pasti terjadi pasca-letusan Gunung Gamalama.
"Biasanya pasca-letusan Gunung Gamalama disertai hujan deras akan terjadi banjir lahar dingin dan mengancam keselamatan warga di bantaran kali," katanya, Ternate, Sabtu (25/7).
Banjir lahar dingin yang terjadi di Kota Ternate pasca-letusan Gunung api Gamalama dalam lima tahun terakhir telah membawa belasan korban tewas hanyut terbawa banjir lahar dingin, sebagian besar korban berada di kawasan Tugurara.
Sementara itu, prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Ternate, Emmy Purnasoliha, mengimbau warga Kota Ternate, terutama yang berada di bantaran kali untuk mewaspadai adanya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diprediksi akan terjadi dalam tiga hari ke depan.
"Kami memprediksi, selama tiga hari ke depan, Kota Ternate dan sekitarnya akan dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, sehingga warga terutama di sekitar bantaran kali untuk tetap waspada," katanya.
Emmy mengatakan, saat erupsi Gunung Gamalama disertai abu vulkanik selama beberapa hari terakhir ini, suasana Kota Ternate saat ini berada pada 21-31 derajat Celcius.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate telah mengeluarkan imbauan kepada warga yang berada di bantaran kali untuk mewaspadai dampak banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Gamalama.
Di tempat terpisah, Kepala BPBD Kota Ternate, Hasyim Yusuf ketika dikonfirmasi mengatakan, meskipun saat ini, intensitas hujan Kota Ternate dan sekitarnya baru ringan dan sedang, tetapi warga di sekitar bantaran kali tetap harus menjaga kewaspadaannya.
Selain bantaran kali di sekitar Kecamatan Pulau Ternate, kawasan berbahaya lain yang harus waspada adalah kawasan Ternate Utara, terutama di sepanjang bantaran sungai Tugurara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




