Keluarga Korban Histeris, Kapolda Papua Terharu

Sabtu, 22 Agustus 2015 | 20:04 WIB
RV
YD
Penulis: Robert Isidorus Vanwi | Editor: YUD
Petugas SAR gabungan membawa peti jenazah korban kecelakaan pesawat Trigana Air di Kompleks Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, 20 Agustus 2915
Petugas SAR gabungan membawa peti jenazah korban kecelakaan pesawat Trigana Air di Kompleks Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, 20 Agustus 2915 (Antara/Andika Wahyu)

Jayapura - Keluarga korban jatuhnya pesawat Trigana Air histeris dan bertangisan, saat Kapusdokes Mabes Polri, Brigjen Arthur Tampi mengumumkan 5 jenazah yang berhasil teridentifikasi, Sabtu (22/8).

Suasana haru terlihat di Gedung Tongkonan, Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (22/8) dimana sekitar sekitar 100-an keluarga korban pesawat ATR 42-400 Trigana Air Service dengan nomor registrasi PK RYN yang hadir sejak pagi.

Kelima korban yang berhasil diidentifikasi Teguh Warisman Sane, Emelia Gobay, Milka Kakaianmabin dan Oscar Mangonta. Selain itu berhasil diidentifikasi pula pilot Trigana Hassanudin.

"Oh Tuhan, terima kasih Engkau telah berikan pencerahan terhadap tim identifikasi anak kami," kata Ibunda dari Teguh Warisman Sane sambil menangis histeris di hadapan Brigjen Arthur Tampi.

Tak hanya keluarga Teguh, keluarga korban Oscar Mangonto yang telah menunggu sejak pagi hingga siang tadi turut histeris saat nama keluarganya diumumkan.

Anggota Polwan pun sibuk berusaha menenangkan keluarga yang tak henti-hentinya larut dalam kesedihan. Gedung Tongkonan, siang itu dengan penuh suara kesedihan dimana-mana

"Oh, sayang... kenapa kamu begitu cepat tinggalkan kami. Tuhan, tolong dia di alam sana," kata salah satu keluarga korban Oscar Mangonto.

Sebelumnya mengumumkan nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi Kapolda Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw pun turut menangis saat menceritakan insiden jatuhnya pesawat Trigana Air. Tetesan air mata bercucuran mengalir ke pipi jenderal bintang satu ini.

Ia tak kuasa menahan rasa duka ini, itu tampak terlihat saat berhadapan dengan keluarga korban, usai nama korban disebutkan.

"Ini semua Tuhan yang atur segalanya, saya minta kita semua bersabar dan berdoa atas keluarga kita yang telah menjadi korban, Saya turut berbelasungkawa kepada keluarga semuanya," kata Waterpauw dengan tetesan air mata yang tak bisa ditahannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon