Kapolda Papua Wajibkan Kapolres Turun Lapangan

Selasa, 8 September 2015 | 23:10 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw (kiri) ditemani Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige (kanan)
Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw (kiri) ditemani Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige (kanan) (Suara Pembaruan/Robert Isidorus /Robert Isidorus )

Jayapura - Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpuaw mewajibkan seluruh Kapolres dijajarannya agar turun ke lapangan guna menyelesaikan setiap masalah yang timbul diwilayah hukumnya.

"Sebagai pemimpin, Kapolres harus selalu berada di depan menjadi teladan dan panutan. Saya tekankan bahwa setiap kali ada permasalahan, maka hukum wajibnya turun ke lapangan dan tidak mendelegasikan Wakapolres maupun Perwira dibawahnya," tegas Paulus Waterpauw kepada wartawan usai memberikan arahan kepada para Kapolres se Papua, Selasa (8/9) siang di Mapolda Papua.

Penekanan ini, menurut Kapolda, bertujuan untuk meminimalisir berkembangan suatu permasalahan di wilayah tersebut. Dengan turunnya Kapolres diharapkan dapat menenangkan masa dan mencari solusi secepatnya.

"Bedakan, kalau anak buah atau perwira yang belum punya kewenangan memutus disandingkan dengan Kapolres. Saya bilang memang dengan kebijakan ayo kerja merupakan pembuktikan bahwa pejabat selevel Presiden, Menteri Koordinator semua bekerja," ujarnya.

Selain mewajibkan Kapolres turun lapangan, Kapolda pun menekankan kepada Kapolres agar menyiagakan anggotanya, mulai dari pagi, siang dan malam dititik-titik yang sudah ditentukan.

"Anggota silahkan mereka atur, bagaimana caranya dan tidak diwajibkan pagi datang absen, tetapi siaga dititik yang ditentukan, nanti perwiranya yang membawa absen,"katanya.

Menurut Kapolda, dengan kontrol pembagian tugas ini, merupakan salah satu penjabaran dari 11 Program Kapolri dan Program Nawacita Prisiden RI. Dalam program itu, lanjutnya, polri dituntut maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Prinsipnya kita ingin responsif menterjemahkan 11 Program Kapolri, termasuk Quick Wins. kemudian menterjemahkan Program Nawacita Presiden. Maka itu saya minta mobil patroli ditempatkan disuatu titik, sebagai penanda kehadiran polisi, sehingga masyarakat bisa melakukan pengaduan kepada polisi yang ada," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon