20 Negara Ikuti Kompetisi Selancar Internasional di Banyuwangi

Jumat, 25 September 2015 | 13:10 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Peselancar berusaha mengendalikan papan selancar ketika mengikuti Banyuwangi International Surfing di Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/5). Sebanyak 120 peserta dari 15 negara mengikuti kejuaraan selancar internasional yang bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata pantai Pulau Merah.
Peselancar berusaha mengendalikan papan selancar ketika mengikuti Banyuwangi International Surfing di Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (23/5). Sebanyak 120 peserta dari 15 negara mengikuti kejuaraan selancar internasional yang bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata pantai Pulau Merah. (Antara/M Risyal Hidayat)

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menggelar event pariwisata berbasis olahraga (sport tourism), International Surfing Competition, yang mengambil lokasi di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi. Event yang termasuk dalam rangkaian "Banyuwangi Festival" ini, bakal digelar pada 25-27 September 2015 dan diikuti oleh puluhan surfer (peselancar) asing.

Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Wawan Yadmadi mengatakan, peselancar dari 20 negara telah dipastikan ikut serta dalam event ini. Para peserta tersebut diantaranya berasal dari, Venezuela, Swiss, Jerman, Amerika Serikat, Korea, Hungaria, Prancis, Thailand dan Indonesia.

"Surfing sendiri, merupakan olahraga selancar yang mengandalkan ombak tinggi dengan kemampuan memainkannya dalam jangka waktu yang panjang," ujar Wawan dalam siaran persnya, Jumat (25/9).

Puluhan surfer tersebut, lanjut dia, akan beradu ketangguhan dalam 7 kategori lomba yaitu, open international, national, expat, long board, paddle race. "Selain itu, juga ada grommet <14 tahun, dan pushing division <10 tahun," tambah Wawan.

Lebih lanjut dia mengatakan, event ini merupakan tahun keempat gelaran International Surfing Competition yang rutin digelar di Pantai Pulau Merah, yang merupakan pantai dengan ombak yang pas untuk surfing dengan panjang bibir pantai mencapai 400 meter.

"Lewat event ini, Pulau Merah yang terletak di Kecamatan Pesanggaran sekarang kesohor sebagai destinasi pariwisata baru sekaligus tempat yang asyik bagi peselancar," jelas Wawan.

Selain itu, kata dia, event ini juga ditujukan untuk menjadikan Pulau Merah sebagai surfer point yang layak untuk ditampilkan di kancah nasional maupun internasional.

"Pulau Merah punya tipe ombak seperti Pantai Kuta, tapi sedikit lebih besar. Di bawah gelombangnya pun adalah pasir, bukan karang seperti di G-Land, sehingga relatif lebih aman. Namun tak kalah menantang untuk dijajal para peselancar. Karena itu, Pulau Merah mulai dikenal sebagai surfer point yang layak," ujar Wawan.

Selain Pulau Merah, kata Wawan, Banyuwangi juga memiliki pantai Plengkung yang lebih dulu dikenal sebagai lokasi surfing. Plengkung, yang lebih dikenal dengan G-Land mempunyai karakteristik ombak yang lebih tinggi dibanding Pulau Merah.

"Kalau G-Land lebih pas untuk para pesurfer profesional, karena ombak Kingkong yang menantang. Sementara Pulau Merah, dengan ombaknya yang lebih landai diperuntukkan bagi surf school," jelas Wawan.

Event ini, lanjut dia, rencananya akan dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. "Pembukaannya akan ditandai dengan pelapasan tukik oleh Menpora, yang sebelumnya akan dilakukan khataman Al-Quran oleh 25 qori di pantai Pulau Merah," tambah Wawan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon