Kapolda Klaim Tindakan Tiga Polisi di Timika Sesuai Protap

Rabu, 30 September 2015 | 11:44 WIB
RI
WP
Penulis: Robert Isidorus | Editor: WBP
Kapolda Papua yang baru Brigjen Paulus Waterpauw (kiri) bersama dengan Kapolda Papua Barat yang baru Brigjen Royke Lumowa
Kapolda Papua yang baru Brigjen Paulus Waterpauw (kiri) bersama dengan Kapolda Papua Barat yang baru Brigjen Royke Lumowa (Beritasatu.com/Farouk Arnaz)

Jayapura- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Inspektur Jenderal (Irjen) Paulus Waterpauw mengklaim tindakan ketiga anggotanya dalam insiden penembakan di Kampung Pisang, Gorong- Gorong Distrik Mimika Baru,Kabupaten Timika, pada Senin (28/9) malam, sesuai prosedur tetap (protap) kepolisian.

"Anggota cukup tersudut waktu itu, saya menyakini tindakan itu sudah sesuai protap, karena apabila keras akan ada banyak korban lainnya," tegas Kapolda Paulus Waterpauw saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (29/9) malam.

Kapolda menyatakan telah menurunkan tim penyidik yang dipimpin Wakapolda Papua, Brigjen (Pol) Albert Rudolf Rodja untuk menelusuri peristiwa ini. "Kami sudah turunkan tim yang beranggotakan dua pejabat polda, dua penyidik reskrim umum dan dua penyidik propam," kata Waterpauw.

Berdasarkan laporan, ungkap Kapolda, ketiga anggota Polri yakni Bripka N, Bripka H dan Briptu IP mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kasus pencurian. Namun setibanya di TKP, ketiga anggota malah diserang sekelompok masyarakat sehingga terdesak dan melakukan tembakan peringatan.

"Anggota dalam keadaan terancam, mobil patroli juga dirusak sehingga melakukan penembakan peringatan, karena situasional dan baru diketahui keesokannya ada korban meninggal," ujarnya.

Mengenai peristiwa ini, kata Kapolda, ketiga anggota telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Papua, termasuk senjata yang digunakan. "Sekarang masih dalam pemeriksaan, dan saya juga baru tahu kalau ada anggota yang terluka di bagian kaki akibat terkena lemparan batu. Ada sekitar 20 sampai 30-an masyarakat yang menyerang anggota di TKP," kata Waterpauw.

Selain melakukan penyelidikan, Kapolda menegaskan tengah memprioritaskan negosiasi dengan pihak keluarga korban untuk segera memakamkan jenazah. "Saya minta ke Wakapolda untuk prioritaskan negosiasi, namun sebelumnya harus dilakukan otopsi jenazah dulu," tegasnya.

Kapolda juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada pihak keluarga korban. "Sebagai umat, saya percaya bahwa jalan Tuhan kita tidak pernah tau. Saya tidak berkata-kata banyak, saya hanya minta maaf dari pada kejadian ini,"ujarnya.

Sebelumnya, seorang warga sipil Kalleb Baggau (25) dilaporkan tewas tertembak di kompleks Kampung Pisang, Gorong gorong, Distrik Mimika Baru, Timika, Kabupaten Mimika, pada (28/9) pukul 19.45 WIT. Kalleb tewas akibat luka tembak pada bagian dada. Seorang warga Fernando Saborefek (18) juga dikabarkan mengalami luka tembak pada bagian perut. Jenazah Kalleb saat ini masih dalam penguasaan kelompok masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon