Penjual Cabai di Jayapura Dibunuh dan Dibakar

Kamis, 1 Oktober 2015 | 11:43 WIB
RI
AB
Penulis: Robert Isidorus | Editor: AB
Aparat kepolisian sedang mengumpulkan kerangka mayat yang ditaruh dikantong mayat, 29 September 2015
Aparat kepolisian sedang mengumpulkan kerangka mayat yang ditaruh dikantong mayat, 29 September 2015 (Suara Pembaruan/ Roberth Vanwi)

Jayapura - Seorang pria penjual cabai di Jayapura, Papua, dibunuh dan dibakar, seusai melayat sanak saudaranya, Selasa (29/9) dini hari. Rumahnya pun dibakar hingga rata dengan tanah. Sebagian tubuh korban ikut terbakar, tetapi kepala korban belum ditemukan hingga saat ini. Korban yang tinggal seorang diri ini bernama Corolus Kopong Bulawa (59). Dia tinggal di belakang Kampus Universitas Ottow Geisler di Distrik Abepura, Jayapura. Warga setempat mengetahui adanya pembunuhan, setelah melihat kepulan asap dan melaporkan kejadian itu ke aparat Kepolisian. Polisi dari Polsek Abepura dibantu penyidik langsung melakukan penyisiran sekaligus mengamankan lokasi kejadian.

Seorang kerabat korban, Roy Ratumakin kepada SP, Kamis (1/10) pagi mengatakan beberapa jam sebelum kejadian tragis itu, korban sempat menghadiri acara duka kerabatnya. Bahkan, beberapa saksi menyebut saat itu korban ikut bermain kartu dengan yang lain. Warga yang datang ke rumah korban menyatakan api membakar rumah sekitar pukul 03.00 WIT.

"Bapak Kopong berasal dari Rote, Provinsi Nusa Tenggara, hanya tinggal seorang diri di rumahnya yang berbentuk panggung dan terbuat dari papan. Ukuran rumah yang berada di ketinggian juga tak besar, sekitar 7 x 7 meter yang dikelilingi ilalang dan beberapa pohon pinang," ujarnya.

Untuk menuju rumah itu juga harus menyeberang kali kecil dan jarak dengan tetangga terdekat sekitar 50 meter. Sehari-hari, korban menjual cabai dan tomat di Pasar Cigombong.

"Kami marah sekali karena potongan kepala bapak itu hilang dan belum ditemukan," katanya.

Secara terpisah Kapolres Jayapura Kota, AKBP Jermias Rontini SIK mengaku belum bisa memastikan apakah korban dibunuh terlebih dahulu, kemudian dibakar atau tidak. Demikian juga dengan isu yang menyebutkan korban dibunuh secara sadis dan dimutilasi, belum bisa dikonfirmasi.

"Kami belum melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, sehingga belum bisa memastikan apakah korban dibunuh lalu dibakar atau tidak," ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/9) sore.

Kapolres mengakui di antara puing-puing rumah yang terbakar ditemukan potongan tubuh korban yang sudah hangus terbakar dan sulit dikenali. Oleh sebab itu, pihaknya membutuhkan waktu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sebilah parang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon