Pergantian Musim, Warga Bengkulu Diminta Waspada DBD

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 15:57 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Ilustrasi nyamuk demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Istimewa)

Bengkulu - Menghadapi pergantian musim dari kemarau ke musim hujan, masyarakat Bengkulu, diminta mewaspada ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Sebentar lagi akan menghadapi pergantian musim dari kemarau ke hujan, sehingga warga Bengkulu diminta mewaspadai penyakit DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu, Amin Kurnia, di Bengkulu, Sabtu (10/10).

Ia mengatakan, dalam dua bulan terakhir, tercatat ada 30 kasus (DBD) Provinsi Bengkulu, 40 persen di antaranya ditemukan di Kota Bengkulu.

"Musim pancaroba biasanya kasus DBD di Bengklu meningkat, karena daerah ini termasuk endemis penyakit yang disebabkan nyamuk. Jadi, masyarakat diminta mewaspadai ancaman penyakit tersebut," ujarnya.

Dalam dua bulan saja sudah ditemukan sebanyak 15 penderita DBD di Kota Bengkulu. Hal ini terjadi karena Kota Bengkulu merupakan salah satu daerah endemis DBD di Provinsi Bengkulu.

Kondisian demikian, terjadi karena wilayah Kota Bengkulu padat dan induk penularan nyamuk Aedes aegypti. Namum, penderita DBD di Kota Bengkulu setelah menjalani pengobatan langsung sembuh.

Hal ini terjadi karena kesadaran masyarakat untuk cepat tanggap terhadap gejala demam berdarah sudah meningkat, sehingga begitu anggota keluarga terindikasi terkena DBD langsung dibawa ke rumah sakit setempat.

"Masyarakat kita sudah sadar akan pentingnya cara mengatasi demam berdarah. Apabila muncul gejala, mereka langsung membawa ke puskesmas atau rumah sakit sehingga dapat langsung ditangani," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon