Tinggi, Minat Masyarakat Sultra Ikuti Program KB

Sabtu, 21 November 2015 | 15:05 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Sejumlah warga yang hendak mengikuti program KB Vasektomi mendaftar ke petugas KB, di Kantor KB Jakarta Utara, 23 April 2015.
Sejumlah warga yang hendak mengikuti program KB Vasektomi mendaftar ke petugas KB, di Kantor KB Jakarta Utara, 23 April 2015. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

 Kendari - Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Syahruddin, mengatakan, minat masyarakat provinsi Sultra mengikuti program Keluarga Berencana (BK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) relatif cukup tinggi.

Tingginya minat masyarakat Sultra ikut KB, kata Syahruddin, tampak dari peserta KB aktif tahun 2015 yang mencapai 320.841 akseptor.

"Target kita merekrut peserta KB aktif tahun 2015 di Sultra hanya sebanyak 226.766 akseptor, namun yang kita capai sebanyak 320.841 akseptor atau sebesar 141,49 persen dari target," katanya di Kendari, Sabtu (21/11).

Menurut dia, tingginya minat masyarakat ikut program KB aktif itu karena melihat kenyataan di tengah kehidupan sosial masyarakat di mana peserta KB hidup lebih baik dibandingkan dengan keluarga yang tidak ikut KB.

"Selain itu, ibu dari keluarga peserta program KB selalu sehat dan juga beban hidup dalam keluarga tidak terlalu berat, karena tidak banyak yang diurus," katanya.

Ia mengatakan, sampai Oktober 2015, BKKBN Sultra telah merekrut peserta KB baru sebanyak 45.336 akseptor atau 79,20 persen dari target peserta KB baru sebanyak 57.239 akseptor.

"Kita harapkan dalam waktu yang masih tersisa kurang lebih satu bulan ini, jumlah peserta KB baru masih bisa bertambah, minimal bisa mencapai 50.000 akseptor atau mendekati target," katanya.

Menurut dia, belum tercapainya target peserta KB baru tersebut dikarenakan jumlah tenaga penyuluh lapangan KB yang dimiliki BKKBN masih sangat terbatas, yakni satu penyuluh KB rata-rata melayani lima sampai tujuh desa.

"Idealnya, satu penyuluh KB melayani peserta KB maksimal dua sampai tiga wilayah desa," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon