Kepala Dinas Kesehatan Papua Keberatan dengan Berita yang Sudutkan Dirinya

Kamis, 26 November 2015 | 12:51 WIB
RI
AB
Penulis: Robert Isidorus | Editor: AB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai. (SP/Robert Vanwi)

Jayapura - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai menyampaikan keberatan atas pemberitaan berjudul 41 Anak Meninggal di Papua, Kepala Dinas Kesehatan Sibuk Luncurkan Buku yang dimuat Beritasatu.com pada 24 November 2015.

"Saya selaku kepala Dinas Kesehatan Papua merasa keberatan, dizalimi, dan disudutkan dengan judul berita yang menimbulkan bias persepsi di masyarakat luas Papua," ujarnya di Jayapura, Kamis (26/11).

Aloysius menyebutkan beberapa alasan keberatannya. Pertama, judul itu seakan-akan Dinas Kesehatan Papua lepas tangan atas kasus kematian di Nduga dan lebih mengutamakan acara peluncuran buku.

"Acara peluncuran buku saya berjudul Melawan Badai Kepunahan: Gebrakan Papua Sehat Menuju Papua Bangkit Mandiri Sejahtera sudah terjadwal sejak bulan lal, di mana acaranya dipadukan dengan raker kesehatan. Sementara kasus kematian ini adalah peristiwa insidentil yang terjadi belakangan," katanya.

Kedua, sejak berita itu dimuat, Dinas Kesehatan Papua belum mendapatkan informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga. Bahkan, Pemerintah Kabupayen Nduga juga belum mengetahui kejadian tersebut ketika dikonfirmasi. Namun, dari informasi yang tidak resmi, selaku kepada Dinas Kesehatan, Aloysius menurunkan tim yang dipimpin kepala seksi Wabah dan Bencaana Dinas Kesehatan Papua, Yamamoto Sasari. 

Ketiga, terkait tidak dijawabnya telepon genggam sebanyak tiga kali saat dihubungi wartawan Beritasatu.com untuk mengonfirmasi kejadian tersebut dan pesan singkat pun tak dijawab, Aloysius menyatakan,"Saya sangat jarang mengangkat telepon dari nomor baru. Dan jika telepon itu di jam-jam sibuk sehari atau di hari H acara peluncuran buku. Bukankah secara aturan jurnalistik, pihak-pihak yang dirugikan sebagai dampak pemberitaan harus dikonfirmasi dalam batas tiga hari? Dan itu dilakukan media lokal yang pada hari yang sama menurunkan berita akurat dan berimbang berjudul 32 Anak Meninggal di Nduga Diduga ISPA, Tm Dinkes Papua Diturunkan."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon