Red Bull: Mercedes dan Ferrari "Mengendalikan" F1
Selasa, 22 Desember 2015 | 11:13 WIB
Bombay- Kepala Design Red Bull, Adrian Newey menyebutkan jika Mercedes dan Ferrari saat ini mendominasi ajang Formula 1. Hanya keduanya yang memiliki peluang besar untuk jadi juara. Mereka juga mendominasi pasokan mesin untuk tim-tim satelit. Secara tidak langsung kedua tim mengendalikan F1.
"Saat ini aturan tentang casis sangat ketat, tetapi aturan untuk mesin terbuka lebar. Itulah sebabnya kenapa Mercedes dan Ferrari bisa mengendalikan ajang ini. Mereka menjadi suplier mesin untuk tim-tim lainnya," ujar Newey yang juga menjadi kepala teknik Red Bull kepada Times of India.
Newey menyebutkan bahwa kondisi Ferrari saat ini tak bisa dipungkiri sebagai hasil kebijakan FIA era Bernie Ecclestone dan para pabrikan besar. Kondisi ini sebenarnya diambil ketika para tim-tim papan tengah mengalami kesulitan biaya untuk ikut dalam ajang ini. Sejumlah biaya, termasuk mesin dan power unit bisa dipangkas dengan kondisi tertentu.
Keterbatasan dana memang menjadi isu yang mendominasi F1 dalam beberapa tahun belakangan. Termasuk juga yang dihadapi oleh Rio Haryanto yang ingin berlaga di ajang itu. Dia sedang berusaha mengumpulkan dana hingga Rp 235 milyar untuk disetor ke tim Manor. Manor merupakan tim yang pernah kehabisan dana tahun lalu. Kini tim itu berusaha mendapat jaminan keuangan agar bisa tetap berada di ajang balap mobil paling bergensi itu.
"Dengan kondisi seperti ini hanya Mercedes dan Ferrari saja yang bisa menjadi juara. Mereka menguasai teknologi mesin dan menjadi pemasok. Ini tentu saja harus ada keseimbangannya. Kita lihat saja apa akan ada kebijakan lainnya," ujar Newey.
Newey menyebutkan ke depannya, perlu ada mekanisme yang bisa mengontrol dominasi atas kekayaan tim-tim besar. "Ajang ini seharusnya lebih mengedepankan nilai sportivitasnya," tambah Newey.
Seperti diketahui, Red Bull kembali ke ajang F1 setelah berbaikan dengan Renault sebagai pemasok mesin. Red Bull sempat bersitegang dengan Renault dan memutuskan kontrak mereka, namun saat mencari pabrikan baru untuk memasok mesin, Mercedes dan Ferrari menolak Red Bull.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




