Arus Balik Liburan, Volume Kendaraan Diprediksi Naik 5 Persen

Rabu, 30 Desember 2015 | 14:01 WIB
PP
JS
Penulis: Priska Sari Pratiwi | Editor: JAS
Ribuan kendaraan terjebak macet saat melintasi Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta arah Tol Cikampek di TB. Simatupang, Jakarta, Kamis (24/12).
Ribuan kendaraan terjebak macet saat melintasi Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta arah Tol Cikampek di TB. Simatupang, Jakarta, Kamis (24/12). (suara pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Volume kendaraan pada arus balik liburan pada 2 hingga 3 Januari 2016 mendatang diprediksi akan meningkat lima persen di sejumlah gerbang tol (GT) utama. Kenaikan volume kendaraan ini diperkirakan akan terjadi di GT Cikarang Utama sebanyak 186.202 kendaraan atau meningkat 26,4 persen dari lalu lintas normal.

Kemudian di GT Cimanggis Utama diperkirakan akan ada 164.570 kendaraan atau meningkat 3,11 persen, sedangkan di GT Karang Tengah diperkirakan justru turun 10,8 persen dengan 170.950 kendaraan.

Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya dilakukan di GT Cikarang Utama. Nantinya akan dilakukan pengalihan arus melalui GT Cikarang Barat 2 dan berputar masuk melalui GT Cikarang Barat 4 dengan memasang rambu-rambu.

"Kita juga akan tempatkan petugas patroli jalan raya dan satgas untuk mengoptimalkan kapasitas transaksi di GT Cikarang Barat 2. Nanti kita akan ubah GTO jadi gardu reguler," ujar Adityawarman di Kantor Jasa Marga, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (30/12).

Pihaknya juga akan melakukan pengaturan buka tutup rest area atau tempat istirahat (TI) khususnya di ruas Jakarta-Cikampek TI KM 62B, KM 52B, KM 42B, dan TI ruas Cipularang KM 72 dan 92. Menurutnya, PT Jasa Marga mesti mengurangi sejumlah fasilitas yang ada di tol untuk meningkatkan keselamatan bagi para pengendara.

"Kita memang sengaja mengurangi fasilitas di jalan tol, jadi kalau bisa pengendara bawa bekal makanan dan minuman. Kita juga minta agar kendaraan isi bahan bakar sebelum masuk jalan tol karena di jalan tol belum tentu ada," jelasnya.

Lanjutnya, untuk antisipasi membeludaknya volume kendaraan pihaknya juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengoperasikan contra flow terutama di KM 42 sampai KM 65. "Memang tidak mudah (melakukan contra flow) karena akan terjadi head to head. Nanti yang menentukan jam saat contra flow adalah polisi. Kami buat jadi empat lajur," tuturnya. Setelah contra flow, lanjutnya, maka TI akan ditutup untuk mencegah kemacetan.

Pihaknya juga akan menurunkan petugas di gerbang tol otomatis (GTO) untuk membantu melakukan tapping reader GTO ketika antrean kendaraan mulai padat. Selain itu adanya putusan Kementerian Perhubungan yang melarang truk melintas jalan tol mulai 30 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016 mendatang, dinilainya menjadi faktor pendukung untuk mengantisipasi kemacetan.

"Pastinya kami akan maksimalkan pelayanan untuk mencegah kemacetan panjang seperti yang terjadi pada waktu keberangkatan kemarin," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon