Oknum Polri Diduga Terlibat Jual Beli Senjata, Diperiksa Intensif di Polda Papua
Kamis, 11 Februari 2016 | 14:56 WIBJayapura – Polda Papua saat ini sedang memeriksa intensif seorang oknum anggota Polri bernama Bripda SS, dalam kasus jual beli senjata api dan amunisinya kepada kelompok garis keras di Papua. Bripda SS, ditangkap di kompleks Baliem Cottage Wamena, Papua, pada tanggal 7 Februari lalu.
"Oknum Polri tersebut diiming-imingi harga tinggi oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua, yakni dengan harga sekitar Rp 500.000 per satu butir peluru," ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada SP, Kamis (11/2) di Jayapura.
Paulus Waterpauw menyebutkan salah satu KKB itu adalah jaringan atau pimpinan Lekaka Telenggen.
Kapolda menegaskan akan menindak tegas oknum Polri yang terlibat dalam jaringan jual beli amunisi.
Dalam kasus jual beli senjata api dan amunisi yang diduga melibatkan seorang warga Papua bernama Dominicus Sugumol, Polda Papua berhasil menyita sedikitnya 959 butir amunisi, 3 bom, 3 pucuk senjata api, serta menahan 9 orang tersangka kepemilikan bahan peledak tersebut di Papua sejak 3 Februari 2016.
"Kami juga sudah menetapkan dua orang lainnya dalam daftar pencarian orang (DPO), bernama Naman Enumbi dan Rubin Mabel," kata Paulus Waterpauw.
Menurut Kapolda, pengungkapan ini bermula dari tertangkapnya Dominicus Sugumol di Bandara Moses Kilangin Mimika, pada 3 Februari sekitar pukul 07.15 WIT.
Dari tangan Dominicus, polisi menemukan sebutir amunisi kaliber 8,8 mm dan kaliber 7,62 mm beserta peluru hampa.
Kemudian polisi juga menangkap Robert Samon Logo di Jalan Raya Sentani Waena dengan barang bukti satu pucuk senjata api laras pendek jenis FN kaliber 9 mm beserta tiga butir amunisinya.
"Pelaku ini berupaya menembak anggota Polri, tapi meleset yang kemudian dikejar dan berhasil ditangkap. Dia ini simpatisan KNPB," kata Paulus Waterpauw.
Dari penangkapan itu, polisi kemudian menggeledah rumah Warius Enembu di Pos VII Sentani, pada tanggal 3 Februari sekitar pukul 19.30 WIT. Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan satu pucuk senjata api jenis refolver, airsoft gun jenis FN dan ratusan butir amunisi aktif.
Di tempat yang sama, polisi juga menemukan 9 buah sumbu yang belum terisi, 6 buah sumbu yang terisi dan 1 kantong plastik kecil berisi bahan peledak TNT dan sehelai bendera KNPB.
Kapolda menyebutkan beberapa jenis amunisi di antaranya 81 butir amunisi kaliber 9 mm, 6 butir kaliber 4,5 mm, 1 butir kaliber 3,8 mm, 14 butir kaliber 5,56 mm, 84 butir amunisi rantai kaliber 7,62 mm, 1 butir kaliber 762,51 mm, dan lainny.
Penggeledahan dilanjutkan di rumah Pendeta Simson Tabuni di kawasan Doyo Sentani, dan ditemukan senjata api genggam jenis SNW kaliber 22 mm milik DPO Naman Enumbi.
Beberapa hari kemudian, kata Kapolda, pihaknya menangkap tiga orang pelaku di kompleks Aquina Keniran Sentani, pada 7 Februari sekitar pukul 00.20 WIT. Ketiga pelaku ini masing-masing bernama Pemis Murib, Telepimus Murib dan HAM.
Menurut Kapolda, pengungkapan atas kasus ini mengarah kepada kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB), karena organisasi tersebut telah bersinergi dengan KKB pimpinan Lekaka Telenggen.
Sedangkan kesembilan tersangka yang telah ditahan akan dikenai Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




