Kapolda Papua Tengarai ada Wartawan “Informan” Asing

Kamis, 18 Februari 2016 | 06:41 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Aksi massa yang tergabung dalam SUROPATI (Solidaritas untuk pergerakan aktivis Indonesia) melakukan aksi unjuk rasa menuntut Freeport menghentikan kegiatannya di Papua, didepan Kedubes Amerika Serikat dan kantor Wakil Presiden RI, di Jakarta, 18 Januari 2016.
Aksi massa yang tergabung dalam SUROPATI (Solidaritas untuk pergerakan aktivis Indonesia) melakukan aksi unjuk rasa menuntut Freeport menghentikan kegiatannya di Papua, didepan Kedubes Amerika Serikat dan kantor Wakil Presiden RI, di Jakarta, 18 Januari 2016. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jayapura - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan ada oknum wartawan di Papua yang bertindak sebagai "informan" bagi negara asing.

Namun dia mengakui untuk mengungkapnya butuh bukti yang akurat.

"Ya, kita sudah tahu, kalau ada oknum wartawan sebagai informan bagi negara asing, di pusat juga sudah memonitornya. Yang punya tanggung jawab ke luar negeri, bagian luar negeri di bidang departemen luar negri," ungkap Waterpauw kepada wartawan, Rabu (17/2) malam.

Menurut Kapolda, hal ini sudah lama diketahui oleh kepolisian, yang disebut oleh Polri sebagai jaring laba-laba. Hanya saja Kapolda enggan menyebutkan nama-nama wartawan yang dimaksud dalam kategori "informan" asing.

"Sepak terjangnya juga kita sudah tahu. Mulai dari si-A, lalu ke mana. Kita sudah tahu. Namun kita akan ungkap sisi pidananya. Kita tidak mau terjebak dalam proses politik," tegasnya.

Kapolda asli Putra Papua mengatakan dirinya sangat berhati-hati dalam melangkah, untuk mengindari agar tidak terjebak dalam ranah politik yang direkayasa oleh kelompok-kelopok yang bertentangan dengan negara.

Ia mencontohkan untuk sebutan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diubah menjadi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Kalau KKB jelas, mereka kelompok yang bersenjata dan melawan negara. Namun kalau kita masuk di kelompok sebelumnya, kita hanya digiring ke politiknya," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon