Sepeda Motor Ditilang, Tukang Ojek Bakar Polisi

Senin, 5 Maret 2012 | 17:35 WIB
FH
B
Penulis: Farouk Arnaz/ Murizal Hamzah | Editor: B1
Ilustrasi ojek
Ilustrasi ojek (Jakarta Globe)
Tukang ojek itu ke pos polisi meminta  motornya dikembalikan. karena ditolak, pelaku menyiram bensin dan menyulut api ke dua polisi.

Masyarakat  semakin gampang marah dengan polisi. Setelah kasus pengeroyokan dan  pembakaran mobil polisi di Ciamis, Jawa Barat, pada Kamis (1/3) lalu   kini kasus hampir serupa terjadi di Katingan, Kalimantan Tengah. Dua polisi unit lalu lintas luka dibakar.

Pelakunya  MN alias A tukang ojek, yang kesal lantaran motor  miliknya ditilang oleh anggota polantas pada Sabtu (3/3/) malam karena  tak membawa STNK. Motor MN pun disita.
 
"Karena motornya   ditahan, dia tidak puas. Dia menanyakan dengan mendatangi pos polisi di  Katingan pada Minggu pagi (4/3). Dia  meminta  motornya untuk  dikembalikan, tapi oleh dua anggota tentu tak diserahkan karena harus  melalui sidang," kata Karopenmas Polri Brigjen Muhammad Taufik, di Mabes  Polri, hari ini.

Karena tak diberikan pelaku yang sudah  mempersiapkan bensin di dalam botol lantas menyiramkannya kepada  kedua polisi naas itu.

Secepat kilat dia lantas menyulutnya  dengan korek api yang telah dipersiapkan dan lalu melarikan diri ke  sebuah masjid tak jauh dari lokasi sebelum ditangkap masyarakat.

Nyawa dua anggota polisi, yakni Briptu Martua Sianipar dan Brigadir  Wahyu dapat diselamatkan setelah luka bakar di wajah.

"Istilahnya luka bakar derajat satu. Tak parah dan tak perlu  operasi," tambah Taufik.

Menurut Taufik kedua peristiwa di Garut  dan Katingan tentu tidak saling terkait. Meski begitu kedua kejadian  ini, yang memperlihatkan masyarakat yang gampang marah dengan polisi,  akan dijadikan kajian.

"Soal faktor mengapa masyarakat gampang  marah akan kita kaji meski kalo di Ciamis, jelas anggota kita yang salah  karena menabrak. Kita juga akan kaji mengapa anggota kita (gampang  dimarahi masyarakat) secara internal meski benar seperti di Katingan,"  beber Taufik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon