LKP Genjot Pemasaran Perkantoran GKM Green Tower
Rabu, 16 Maret 2016 | 08:18 WIB
Jakarta - Melihat kondisi pasar properti, khususnya sektor gedung perkantoran, yang diperkirakan bakal terus membaik pada tahun ini, PT Lestari Kirana Persada (LKP) terus menggenjot pemasaran perkantoran GKM Green Tower, yang berlokasi di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Proyek GKM Green Tower sendiri, merupakan proyek perdana perusahaan patungan PT Graha Kirana Megah dengan PT Total Bangun Persada.
"Untuk tahun ini, kami akan menggenjot pemasaran GKM Green Tower. Saat ini, GKM Green Tower telah terjual 60 persen dengan occupancy sudah mencapai 45 persen, yang mayoritas berasal dari perusahaan minyak, gas, energi, dan TI. Kami menargetkan, tingkat keterisian meningkat menjadi 80-90 persen hingga akhir tahun," ujar President Director PT Lestari Kirana Persada, Hendra Gunawan, di Jakarta, Selasa (15/3).
Saat ini, lanjut dia, GKM Green Tower dipasarkan dengan harga jual Rp 28.000.000 per meter persegi (M2). Sedangkan untuk harga sewanya, sekitar Rp 250.000 per M2/bulan. Untuk strategi penjualan sendiri, kata Hendra, berupa efisiensi biaya-biaya operasional yang timbul, mulai dari biaya parkir hingga service charge.
"Selain itu, kami akan meningkatkan daya saing produk serta harga dan didukung diversifikasi produk yang cukup baik, mulai dari luasan lebih kurang 100 - 1.000 M2 yang dapat disewa atau dimiliki," tambah Hendra.
Finance Director PT LKP, Arif Suhartojo, mengatakan, GKM Green Tower dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 5.800 M2 sejak 2011, dan sudah beroperasi pada 2014 lalu. Adapun investasi untuk proyek ini sebesar lebih kurang US$ 30 juta.
"GKM Green Tower memiliki luas area office 21.000 M2, yang terdiri atas 20 lantai dengan 3 basement. Selain itu, lokasinya sangat strategis yakni berada tidak jauh dari pintu masuk tol JORR di depan gedung, bebas banjir, bebas 3 in 1, dan akses mudah menuju dan dari Bandung, Bekasi, Serpong, Bogor dan BSD," kata Arif.
Usung Konsep Green Building
Managing Director PT Lestari Kirana Persada, Henry Reynold Ranonto, menambahkan, GKM Green Tower memiliki berbagai keunggulan serta fasilitas penunjang yang sangat lengkap semisal, jogging track, mini market, kafe, ATM, parkir mobil, motor dan khusus sepeda, kamera CCTV, green landscape & tropical shading tree, akses sidik jari, high speed lift, infrastruktur serat optic dan fasilitas internet broadband dan heliport.
"GKM Green Tower memiliki keunggulan utama yakni penerapan konsep green building. Kami membangun GKM Green Tower dengan menerapkan konsep green building untuk menunjang hidup sehat dan berkelanjutan di saat bekerja. Selain itu, untuk mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut mengurangi penggunaan energi," kata Henry.
Lebih lanjut Henry mengatakan, GKM Green Tower telah mendapat sertifikasi green building dari Green Building Council Indonesia (GBCI) dan BCA Green Mark Singapura.
"Pembangunan green building lebih mahal 10-15 persen dibanding pembangunan gedung biasa, tetapi bisa menekan biaya perawatan sehingga harga sewanya bersaing dengan gedung lain," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




