First Media Ajak Kadin Nonton Bareng Blusukan Jakarta

Rabu, 30 Maret 2016 | 20:55 WIB
CO
WP
Penulis: Carla Isati Octama | Editor: WBP
Poster film Blusukan Jakarta
Poster film Blusukan Jakarta (Istimewa)

Jakarta - First Media Productions hari ini menggelar nonton bareng film terbaru produksinya, Blusukan Jakarta, bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Nonton bareng dihadiri Ketua Umum Kadin, Rosan Perkasa Roeslani beserta jajarannya dan Ketua DPR Ade Komarudin.

Acara nonton bareng ini juga dihadiri oleh redaksi BeritaSatu TV, Beritasatu.com, Investor Daily, Suara Pembaruan, Jakarta Globe, Majalah Investor, dan majalah Globe Asia.

CEO Lippo Group, James Riady dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui film tersebut, para penonton bisa mendapatkan pesan yang bermakna, tidak hanya sekedar sebuah tontonan hiburan semata. "Pada zaman ini, film hanya dianggap sebagai entertainment saja, padahal tanpa disadari, dari film kita belajar banyak hal, yang baik maupun tidak baik. Karena itu First Media ingin membuat dan menjadikan film yang berisi pesan yang bermakna," ujar James di Jakarta, Rabu (30/3).

Ia melanjutkan, melalui film Blusukan Jakarta, para penonton bisa melihat ternyata di Jakarta banyak masyarakat yang terjebak dalam kantong kemiskinan dan penuh ketidakadilan. "Diharapkan melalui film ini, penonton mendapatkan sesuatu, bisa melihat orang yang hidup di tengah kemiskinan seperti itu tanpa bantuan dari luar, sulit keluar dari lingkungannya. Semoga film ini bisa menggugah kita untuk berbuat sesuatu menolong mereka," ujar pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua umum Kadin bidang Pendidikan dan Kesehatan tersebut.

Film yang diproduksi oleh First Media Productions yang berkolaborasi dengan Work! Film Production dan Java Entertainment Media (Javemedia) ini berkisah mengenai seorang jurnalis asal Amerika bernama Tony (Marcio Sebsam) yang ditugaskan oleh perusahaannya untuk membantu tim investigasi BeritaSatu TV.

Tony ditempatkan di sebuah program BeritaSatu TV berjudul Indonesia Berbicara yang diproduseri oleh Satrio (Verdi Solaiman). Satrio pun menugaskan Tony untuk mencari tema liputan human interest mengenai Jakarta.

Setelah beberapa kali idenya ditolak Satrio, Tony akhirnya tertarik untuk mengangkat tema anak jalanan di Jakarta. Ia mewawancarai seorang anak jalanan bernama Acil, yang di akhir wawancara malah mencuri kamera dan tas Tony. Tony yang mengejar Acil hingga masuk ke area perkampungan Nelayan bertemu dengan Anggun, seorang warga setempat yang menjadi guru sukarela bagi anak-anak jalanan.

Tak hanya bertemu Anggun, Tony juga membuat marah Jampang (Ence Bagus) seorang ketua preman setempat, bos dari anak-anak jalanan dan wilayah prostitusi, yang tidak suka kehadiran Tony di daerah kekuasaannya. Jampang marah karena sang jurnalis mencari-cari Acil yang merupakan anak buahnya. Melalui pertemuannya dengan orang-orang tersebut Tony mengetahui lebih jauh mengenai permasalahan yang dialami kaum marginal di kota Jakarta dan mengangkatnya sebagai sebuah liputan investigatif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon