Indonesia Peringkat Tiga Dunia Penghasil Spam
Kamis, 8 Maret 2012 | 23:05 WIB
Padahal, sebelumnya Indonesia masih berada pada peringkat 16.
Setelah pada tahun 2010 Amerika Serikat yang menduduki peringkat pertama penghasil utama spam di dunia, kini giliran India yang pada tahun ini menempati posisi teratas. Disusul oleh Brazil pada peringkat kedua dan Indonesia pada peringkat ketiga.
Padahal, sebelumnya Indonesia masih berada pada peringkat 16 dan Brazil menempati peringkat lima pada tahun 2010. Asia, Amerika Latin dan Eropa Timur, seperti Rusia, masih menjadi penghasil utama junk mail yang masuk ke inbox pengguna Internet.
Statistik ini dikeluarkan oleh pihak Kaspersky Lab selaku penyedia perangkat lunak pembasmi virus, spam dan malware baru-baru ini melalui Report Spam Evolution 2011. Salah satu tren yang paling menonjol adalah kemunculan spear phising, yaitu spam dengan target terpilih, dimana para penipu memfokuskan pada kelompok pengguna yang sudah dipilih sebelumnya.
Tujuan utama spear phising adalah mencuri detail login pengguna dan mendapatkan akses atas layanan online, perbankan online, atau mencuri informasi rahasia. Pesan yang digunakan dalam phising jenis ini lebih halus dibanding dengan metode tradisional, dimana pesannya berbeda-beda untuk tiap penerima. Ancaman spam jenis ini cukup menyulitkan software keamanan.
Para spammer umumnya mengeksploitasi topik-topik yang sedang hangat diberitakan untuk menarik pengguna Internet agar memperhatikan email massal mereka. Gempa di Jepang serta kematian pemimpin Libya Muammar Gaddafi dan Kim Jong-il dari Korea Utara menjadi topik dalam spam yang juga dikenal sebagai Nigerian Scam.
Setelah pada tahun 2010 Amerika Serikat yang menduduki peringkat pertama penghasil utama spam di dunia, kini giliran India yang pada tahun ini menempati posisi teratas. Disusul oleh Brazil pada peringkat kedua dan Indonesia pada peringkat ketiga.
Padahal, sebelumnya Indonesia masih berada pada peringkat 16 dan Brazil menempati peringkat lima pada tahun 2010. Asia, Amerika Latin dan Eropa Timur, seperti Rusia, masih menjadi penghasil utama junk mail yang masuk ke inbox pengguna Internet.
Statistik ini dikeluarkan oleh pihak Kaspersky Lab selaku penyedia perangkat lunak pembasmi virus, spam dan malware baru-baru ini melalui Report Spam Evolution 2011. Salah satu tren yang paling menonjol adalah kemunculan spear phising, yaitu spam dengan target terpilih, dimana para penipu memfokuskan pada kelompok pengguna yang sudah dipilih sebelumnya.
Tujuan utama spear phising adalah mencuri detail login pengguna dan mendapatkan akses atas layanan online, perbankan online, atau mencuri informasi rahasia. Pesan yang digunakan dalam phising jenis ini lebih halus dibanding dengan metode tradisional, dimana pesannya berbeda-beda untuk tiap penerima. Ancaman spam jenis ini cukup menyulitkan software keamanan.
Para spammer umumnya mengeksploitasi topik-topik yang sedang hangat diberitakan untuk menarik pengguna Internet agar memperhatikan email massal mereka. Gempa di Jepang serta kematian pemimpin Libya Muammar Gaddafi dan Kim Jong-il dari Korea Utara menjadi topik dalam spam yang juga dikenal sebagai Nigerian Scam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




