Komnas HAM Papua Terjunkan Tim Investigasi ke Ilaga
Jumat, 9 Maret 2012 | 16:56 WIB
Komnas HAM Papua akan mengusut hingga siapa yang bertanggung jawab atas konflik di daerah pemekaran baru itu.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua dalam waktu dekat, mengirim tim investigasi ke Ilaga, Kabupaten Puncak guna menghimpun fakta terkait konflik pemilihan kepala daerah (pemilu kada) yang telah merenggut puluhan nyawa dan harta benda.
"Kami (Komnas HAM Papua) akan turunkan satu tim investigasi ke Kabupaten Puncak dalam tahun ini juga," kata Wakil Ketua Komnas HAM Papua, Mathius Murib, di Jayapura, Papua, Jumat (9/3).
Menurut dia, pihaknya telah menerima sejumlah pengaduan terkait konflik pemilu kada di Kabupaten Puncak. Laporan terakhir yang diterima pihaknya menyebutkan, korban meninggal dunia 98 orang, 74 di antaranya saat konflik terjadi pada Juli tahun lalu dan 24 orang meninggal di tempat pengungsian.
"Kami telah menerima laporan dari empat kelompok, ada dari mahasiswa, KPU, DPRP, dan masyarakat terkait konflik pemilu kada Puncak," kata Murib.
Dia lebih lanjut mengatakan, dari hasil investigasi timnya akan didapatkan sejumlah fakta-fakta yang riil, terutama hilangnya nyawa manusia yang tidak berdosa karena kepentingan politik. Pihaknya mengaku akan bekerja sesuai dengan laporan yang diterima.
"Hasil investigasi dari Komnas HAM akan terlihat dengan jelas, siapa yang paling bertanggung jawab dalam masalah ini," tambahnya.
Ia juga menyampaikan pihaknya sangat menyesalkan konflik pemilu kada di kabupaten yang baru dimekarkan pada 2008 dari kabupaten induk, Puncak Jaya bisa terjadi.
Menurutnya, peristiwa tersebut bisa dijadikan bahan referensi atau pembelajaran demokrasi bagi masyarakat Papua dalam hal berdemokrasi, serta pemerintah.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua dalam waktu dekat, mengirim tim investigasi ke Ilaga, Kabupaten Puncak guna menghimpun fakta terkait konflik pemilihan kepala daerah (pemilu kada) yang telah merenggut puluhan nyawa dan harta benda.
"Kami (Komnas HAM Papua) akan turunkan satu tim investigasi ke Kabupaten Puncak dalam tahun ini juga," kata Wakil Ketua Komnas HAM Papua, Mathius Murib, di Jayapura, Papua, Jumat (9/3).
Menurut dia, pihaknya telah menerima sejumlah pengaduan terkait konflik pemilu kada di Kabupaten Puncak. Laporan terakhir yang diterima pihaknya menyebutkan, korban meninggal dunia 98 orang, 74 di antaranya saat konflik terjadi pada Juli tahun lalu dan 24 orang meninggal di tempat pengungsian.
"Kami telah menerima laporan dari empat kelompok, ada dari mahasiswa, KPU, DPRP, dan masyarakat terkait konflik pemilu kada Puncak," kata Murib.
Dia lebih lanjut mengatakan, dari hasil investigasi timnya akan didapatkan sejumlah fakta-fakta yang riil, terutama hilangnya nyawa manusia yang tidak berdosa karena kepentingan politik. Pihaknya mengaku akan bekerja sesuai dengan laporan yang diterima.
"Hasil investigasi dari Komnas HAM akan terlihat dengan jelas, siapa yang paling bertanggung jawab dalam masalah ini," tambahnya.
Ia juga menyampaikan pihaknya sangat menyesalkan konflik pemilu kada di kabupaten yang baru dimekarkan pada 2008 dari kabupaten induk, Puncak Jaya bisa terjadi.
Menurutnya, peristiwa tersebut bisa dijadikan bahan referensi atau pembelajaran demokrasi bagi masyarakat Papua dalam hal berdemokrasi, serta pemerintah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




