Ponaryo Lega Pemerintah Cabut Pembekuan PSSI
Rabu, 11 Mei 2016 | 19:44 WIB
Samarinda - Kapten tim Pusamania Borneo FC Ponaryo Astaman mengaku lega dengan telah dicabutnya pembekuan organisasi sepakbola nasional PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi pada Selasa (10/5).
"Mungkin ini adalah jalan keluar terkait kisruh sepakbola nasional karena secara organisasi PSSI akan aktif kembali. Hendaknya momentum ini menjadi akselerasi perbaikan kemajuan sepakbola Indonesia," kata Ponaryo di Samarinda, Rabu (11/5).
Menurut pemain yang beberapa kali membela timnas Indonesia itu, pencabutan SK Nomor 01307 perihal pembekuan PSSI tersebut hendaknya diapresiasi positif oleh semua pihak, terutama pelaku sepakbola, untuk pembenahan sepakbola nasional.
Ia menilai dampak positif pencabutan pembekuan PSSI pasti akan dirasakan oleh para pelaku sepakbola, khususnya pemain dan pelatih.
Sebab, lanjut pemain yang berposisi sebagai gelandang itu, kompetisi sepakbola nasional yang sempat terkatung-katung akan memunculkan harapan digulirkan lagi dengan regulasi dan kontrak yang lebih profesional.
Selain itu, lanjut Ponaryo, pencabutan pembekuan juga akan membuka kembali terbentuknya timnas sepakbola, sehingga para pemain yang saat ini berkiprah di ajang Torabika Soccer Championship 2016 punya target bermain bagus agar bisa masuk timnas.
"Saya yakin sesama pemain punya pandangan sama terkait sepakbola kita ini. Tentunya semua berharap ada perbaikan dalam hal apapun terkait sepakbola nasional, mulai prestasi dan juga berbagai hal yang melatarbelakanginya," papar mantan punggawa beberapa tim besar seperti Sriwijaya itu.
Disinggung rencana Menpora Imam Nahrawi yang akan mendatangkan pelatih berkualitas seperti Jose Morinho, pria yang akrab disapa popon itu enggan mengomentarinya.
Ia mengatakan poin paling penting dalam perubahan sepakbola nasional bukan semata karena pelatih, namun banyak hal harus dibenahi, mulai dari organisasi, kompetisi, dan pembinaan atlet usia dini.
"Siapapun pelatihnya, menurut saya kalau tidak ada pembenahan serius di sepakbola nasional ini, maka hasilnya akan sia-sia belaka," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




