Perluas Pasar, LLP-KUKM Gelar Temu Mitra Potensial di Kendari

Senin, 6 Juni 2016 | 12:29 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER



Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Samuel Wattimena, (tengah) saat temu mitra UKM di Kendari
Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Samuel Wattimena, (tengah) saat temu mitra UKM di Kendari (Istimewa)

Jakarta - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM melakukan temu mitra KUKM Potensial di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut, diikuti 80 mitra KUKM dengan kategori produk kerajinan tangan (handycraft), makanan dan minuman, tas serta aksesoris.

"Tugas LLP-KUKM salah satunya menjadi pelayan KUKM dalam memasarkan produk mereka. Temu mitra ini tujuannya untuk memperluas akses pasar produk KUKM, termasuk produk dari daerah seperti Kendari," kata Direktur Utama LLP-KUKM, Ahmad Zabadi, dalam siaran persnya, Senin (6/6).

Menariknya, lanjut dia, LLP-KUKM juga akan membantu memasarkan produk KUKM binaannya secara online, diantaranya kerjasama dengan Blibi dan melalui Smescotrade serta outlet 7-Eleven (Sevel).

"LLP-KUKM akan terus mendorong UKM untuk masuk pasar online, karena sudah saatnya produk Indonesia dikenal di mancanegara. Lewat teknologi informasi, khususnya internet produk kita juga bisa dikenal di pasar global," ujarnya.

Menyangkut kurasi atau seleksi produk yang dipasarkan melalui jalur online, LLP-KUKM melibatkan Blibi. "Kita undang Blibi karena ada kerjasama e-Commerce. KUKM juga perlu masukan dari dewan kurator untuk pengembangan produknya," lanjut Ahmad Zabadi.

Menurutnya, ada banyak keuntungan yang bisa didapat oleh KUKM. "Jika UKM memasarkan produknya langsung ke situs e-Commerce akan ada biaya deposit hingga ratusan ribu rupiah. Kalau melalui LLP-KUKM, tidak dipungut biaya alias gratis. Bahkan, UKM juga tak akan dipotong komisi," jelas Ahmad Zabadi.

Sementara itu, untuk kurasi produk dari Kendari yang akan masuk ke Galeri Indonesia Wow (GIW) atau pasar Jakarta, LLP-KUKM sengaja mendatangkan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Samuel Wattimena, dalam kesempatan temu mitra tersebut, dengan tujuan agar pelaku UKM siap menerima update produk modern.

Kepada para KUKM Kendari, Samuel meminta agar mereka membuat produk unik yang menjadi ciri khas daerahnya. "Tujuannya, agar produk dari Kendari berbeda dengan daerah lain," terangnya.

Samuel menambahkan, pelaku usaha juga harus melakukan riset pasar sebelum membuat produknya. "Jadi mereka akan tahu apakah produk tersebut dibutuhkan atau tidak," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon