Kemacetan di Arus Mudik, Wapres Tegaskan Semua Pihak Bertanggung Jawab
Selasa, 12 Juli 2016 | 17:48 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa semua pihak, seperti Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepolisian sampai pemerintah daerah (pemda) bertanggung jawab atas kemacetan puluhan kilometer (km) di ruas tol Pejagan-Brebes saat arus mudik Lebaran, kemarin.
"Kita tidak bisa menyalahkan satu orang saja. Semua yang terlibat ini juga tentu punya tanggung jawab.
Tetapi tanggung jawab dengan bersalah kan berbeda kan. Yang terlibat itu kan, ada Menteri Perhubungan pasti, Menteri PUPR pasti, ada kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat sendiri juga mungkin. Semua lah. Kita menyesalkan pasti," kata JK di istana Wapres, Jakarta, Selasa (12/7).
Tetapi, menurut JK pemerintah telah berupaya mengatasi masalah kemacetan sepanjang arus mudik dan balik Lebaran, yaitu dengan membangun jalan tol dan memperpanjang waktu cuti bersama.
Meskipun, diakui JK, pemerintah belum membuat kepastian rekayasa jalanan karena terlalu yakin akan keberadaan Tol Cipali. Kemudian, terbukti sulit mengurai kemacetan di pintu keluar tol Brebes Timur sampai masuk ke dalam kota.
Oleh karena itu, lanjut JK, ke depannya perlu ada pengaturan lalu lintas yang lebih matang sebelum arus mudik dan balik Lebaran. Dengan tujuan, menghindari terjadinya kemacetan hingga puluhan kilometer.
Sebelumnya, secara tidak langsung, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan membantah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kemacetan hingga puluhan kilometer di ruas Tol Pejagan-Brebes Timur, saat arus mudik Lebaran lalu.
Berdalih jalan tol adalah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jonan enggan menanggapi ketika ditanya perihal kemacetan di ruas Tol Pejagan-Brebes Timur.
"Tanya Menteri PUPR. Kalau jalan tol itu kewenangannya di BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) dan itu di bawah pak Menteri PUPR," katanya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/7).
Namun, Jonan meyakini kemacetan serupa tidak akan terulang jika ruas tol Cipali tersebut diteruskan pembangunannya hingga Semarang, Jawa Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




