Fan: Lini Tengah Timnas Minim Kreativitas

Kamis, 15 Desember 2016 | 16:12 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Pemain Timnas Indonesia melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawangThailand dalam laga kandang, partai final piala AFF 2016 di stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, 14 Desember 2016.
Pemain Timnas Indonesia melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawangThailand dalam laga kandang, partai final piala AFF 2016 di stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, 14 Desember 2016. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Suporter menilai kemenangan 2-1 atas Thailand, Rabu (14/12) belum bisa memastikan Tim Nasional Indonesia merebut Piala AFF untuk pertama kalinya. Hal itu terjadi lini tengah Tim Merah Putih masih minim kreaitvitas.

"Pemain lini tengah Indonesia masih kurang berperan pada pertandingan Rabu (14/12) malam, terutama Stefano Lilipaly yang menjadi kreator serangan juga tidak memberikan dampak yang berarti, walaupun Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Thailand," kata Chandra, pendukung Timnas Indonesia di Jakarta, Kamis (15/12).

Menurut dia, para pemain Timnas Garuda harus lebih tenang menguasai bola dan menyalurkan umpan pendek agar tidak hanya mengandalkan umpan lambung dan harus bisa memanfaatkan peluang.

"Setiap kali pemain Indonesia menguasai bola, maka tidak ada pemain lain yang membantu atau mendekat sehingga memaksa mereka untuk melakukan umpan jauh, dan itu percuma karena sama saja menyia-nyiakan peluang yang ada," tambahnya.

Selain itu, Zulham Zamrun yang menggantikan Andik Vermansyah pada babak pertama juga tidak memberikan peran yang maksimal dan sering melakukan kesalahan dalam mengontrol bola.

Padahal lini tengah itu sangat memengaruhi tempo permainan karena bagaimana pun serangan dan pertahanan terpusat dari lini tengah.

"Mereka (lini tengah) tidak terlalu berperan baik, terkecuali Rizky Pora. Seharusnya Alfred Riedl memainkan Bayu Gatra bukan Zulham karena dia tidak berperan maksimal," ujar suporter Timnas Garuda lainnya, Dave.

Dia juga mengharapkan pada pertandingan kedua nanti Indonesia dapat bermain menyerang namun tetap konsentrasi dalam bertahan dan idak hanya mengandalkan serangan balik yang mudah dipatahkan oleh lini pertahanan Thailand.

Indonesia yang hanya memiliki penguasaan bola 39 persen akan mengalami kesulitan jika Thailand melancarkan serangan balik cepat. Hal itu disebabkan kurangnya komunikasi antarlini sehingga mengakibatkan Indonesia tertinggal 1-0 oleh Thailand diparuh babak pertama.

"Jangan sampai nanti pada leg kedua, Indonesia melakukan kesalahan yang sama di lini tengah maupun pertahanan sehingga membuat 'blunder' (kecerobohan) yang dapat membahayakan gawang sendiri," ujar Naufal, suporter Timnas lainnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon