Sektor Keuangan, Sasaran Utama Penjahat Siber

Kamis, 2 Februari 2017 | 16:20 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
CEO Dimension Data Indonesia, Hendra Lesmana.
CEO Dimension Data Indonesia, Hendra Lesmana. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta - Dalam Global Threat Intelligence Report 2016 yang dikeluarkan oleh Dimension Data, sektor keuangan (finance) menempati urutan teratas yang paling sering mengalami ancaman dunia siber. Persentasenya mencapai 16 persen dari keseluruhan sektor.

"Sepanjang kuartal IV tahun 2016 lalu, sektor finance menjadi sasaran utama para penjahat siber. Sektor lainnya yang juga masuk dalam daftar lima besar seperti manufaktur, business services, healthcare, dan juga retail yang sebelumnya menempati uturan teratas," ujar CEO Dimension Data Indonesia, Hendra Lesmana, di Jakarta, Kamis (2/2).

Data yang disampaikan Hendra ini juga sejalan dengan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana jumlah nasabah pengguna e-banking meningkat sebesar 270 persen dari 13,6 juta nasabah pada 2012 menjadi 50,4 juta nasabah di 2016.

Sementara itu, frekuensi transaksi pengguna e-banking juga meningkat 169 persen dari 150,8 juta transaksi di 2012 menjadi 405,4 juta transaksi pada 2016.

"Transaksi elektronik di Indonesia meningkat pesat, makanya sektor finance jadi target utama. Modusnya juga beragam, seperti berpura-pura mengirim email kepada bank sebagai nasabah. Padahal, email tersebut sebenarnya sudah disusupi malware," tambah Hendra.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon