Money Changer di Kuta Dirampok, Rp 811 Juta Melayang

Minggu, 5 Februari 2017 | 08:58 WIB
IM
IC
Penulis: I Nyoman Mardika | Editor: CAH
Ilustrasi money changer
Ilustrasi money changer (JG Photo/Safir Makki)

Denpasar - Kawanan perampok bersenjata pistol beraksi di sebuah penukaran mata uang asing di Kuta Bali. Dalam aksinya, perampok memborgol lima karyawan PT Dirgahayu Valuta Prima yang terletak di Komplek Pertokoan Segitiga Mas No.5 Jalan By Pass Ngurah Rai Kuta Badung. Perampok dengan leluasa menggasak uang ratusan juta rupiah.

Aksi perampokan tersebut terjadi pada Sabtu ( 4/2), sekitar pukul 10.55 wita. Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, kejadian berawal saat salah satu karyawan PT Dirgahayu Valuta Putu Tapa (46) hendak memperbaiki bola lampu di ruangan teller.

Saat bersamaan, tiga karyawan lain juga ada di dalam ruang teller. Tiba-tiba datang 3 orang laki yg tidak dikenal dengan membawa senjata, kemudian masuk ke ruangan teller sambil berkata, "Turun turun, tiarap tiarap".

Kemudian seluruh karyawan yan berjumlah lima orang digiring menuju belakang meja teller. Selanjutnya seluruh karyawan di borgol, mata, dan mulut dilakban.

Selanjutnya, kawanan perampok yang berjumlah 3 orang mengambil uang yang ada di brankas dan laci. Setelah selesai beraksi pencuri sempat menanyakan server kamera CCTV. Kemudian kawanan pencuri mengambil server CCTV dan meninggalkan lokasi perampokan.

Setelah kawanan perampok pergi, salah satu dari 5 karyawan atas nama Ida Bagus Windu membuka borgol serta membuka membuka borgol karyawan lainnya. Adapun kelima karyawan yang diborgol itu adalah I Ketut Budhairdi (49), I Putu Andika Putra (18), I Nyoman Budiarta, Ida Bagus Putu Winda (24), Putu Tapa, dan Komang Budiarta.

Akibat kejadian ini, kerugian perusahaan diperkirakan sebesar Rp 811 juta, yakni uang dalam brankas Rp. 733 Juta, laci 1 sekitar Rp. 36 juta dalam bentuk valas. Di Laci 2 sekitar Rp 12 Juta berupa Valas dan Rp 30 Juta dalam bentuk rupiah.

Kasat Reskrim Reskrim Polresta Denpasar, Komisaris Polisi Reinhard Habonaran Nainggolan membenarkan kejadian ini. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mencari para pelaku.

"Kami sudah menerima laporan terkait perampokan tersebut. Kami tengah melakkan peneylidikan," katanya





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon