Pilkada Papua 2017

Tingkat Partisipasi Pemilih di Jayapura Kurang

Rabu, 15 Februari 2017 | 21:23 WIB
RI
IC
Penulis: Robert Isidorus | Editor: CAH
Ilustrasi Pilkada Serentak 2017
Ilustrasi Pilkada Serentak 2017 (Beritasatu.com)

Jayapura - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Adam Arisoy mengklaim, pelaksanaan pilkada serentak di 11 kabupaten/kota di Provinsi Papua berjalan dengan baik, lancar dan aman. Dikatakannya, sampai saat ini pihaknya menunggu hasil perolehan penghitungan suara sementara dari 11 kabupaten/kota tersebut.

Khusus untuk Kota Jayapura, Adam mengakui tingkat partisipasi pemilih kurang.

"Ini yang menjadi perhatian kita, apakah karena kurang sosialisasi, atau masyarakat yang memang memilih tidak datang ke TPS," ungkapnya saat meninjau salah satu TPS di Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan, Rabu (15/2) siang.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw usai meninjau pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Tolikara dan Lanny Jaya.

"Sampai pada pukul 15.30 WIT, situasi pelaksanaan pemilukada (pemungutan suara-red) di 11 kabupaten/kota relatif aman terkendali. Hal yang dikhawatirkan terjadi ricuh saat pemungutan suara bersyukur tidak terjadi," ujar Kapolda.

Diakuinya, memang sempat terjadi beberapa insiden seperti di Puncak Jaya ada kotak suara yang dibawa kabur oleh tim pasangan calon, namun berkat kesigapan aparat berhasil dipulangkan kembali. Begitu juga kasus dugaan politik uang (serangan fajar) di Kabupaten Mappi dan Kabupaten Jayapura.

"Kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Gakkumdu, yang mengemban tugas dengan cepat untuk melakukan pengembangan pemeriksaan," terang Kapolda.

Teleconfrence Kemdagri

Sementara itu dalam teleconrefence antara Pemerintah Provinsi Papua bersama Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, TEA Hery Dosinaen, menyebutkan bahwa 10 kabupaten dan 1 kota berjalan dengan baik.

"Ada insiden yang terjadi di Distrik Kammu, Dogiyai dimana paslon memukul kepala distrik, dengan alasan surat suara jangan didistribusikan ke kampong-kampung karena ada isu mutasi penduduk dari daerah luar Dogiyai, secara besar-besaran,"ungkapnya.

Selain itu, terjadi insiden penahanan mobil salah satu paslon yang diduga berisi uang dan bahan makanan."Kami belum tahu laporan resmi, ini baru info awal dan kami berharap ini mendapat penanganan langsung dari pihak yang berwenang,"jelasnya.

Sedangkan untuk Tolikara,lanjutnya, terjadi insiden namun kesigapan aparat keamanan maka bisa tertangani dengan baik. "Kami pantau perkembangan lebih lanjut, di Kota Jayapura memang pencobolosan berjalan tetapi banyak warga yang tidak menggunakan hak pilih, bahkan ada yang tidak mendapat undangan untuk datang ke TPS," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon