Waspada, Serangan Ransomware Akan Semakin Canggih
Kamis, 30 Maret 2017 | 21:26 WIB
Jakarta - Di dunia internet, salah satu jenis malware yang paling banyak menyerang sepanjang 2016 lalu adalah ransomware. Modus kejahatannya adalah menyandera atau mengunci data milik pengguna, kemudian meminta uang tebusan bila ingin data tersebut bisa diakses kembali.
Ondrej Vlcek, Chief Technology Officer Avast yang merupakan perusahaan keamanan digital mengungkapkan, kategori serangan ini tidak hanya terjadi di tahun 2016. Di tahun ini pun ia memprediksi ransomware masih akan menghantui pengguna internet, bahkan dengan cara-cara yang lebih canggih.
"Prediksi kami, serangan ransomware terus akan berlanjut karena ini sangat menguntungkan untuk penjahat siber. Kami juga melihat akan ada tren baru, di mana penjahat siber akan lebih banyak menggunakan AI (Artificial Intelligence) untuk menyerang," ujar Ondrej Vlcek, di Jakarta, Kamis (30/3).
Orang-orang atau organisasi yang diserang juga tidak tinggal diam. Mereka akan menggunakan teknologi serupa untuk menjaga agar data-data pentingnya tidak dicuri.
"Nantinya akan ada sistem AI di sisi penyerang dan yang diserang. Mereka akan saling bertempur seperti perang virtual. Ini sangat nyata dan tren-nya sedang ke arah sana," tutur Ondrej.
Ransomware utamanya masuk melalui email tipuan atau phising. Untuk meyakinkan korban kalau email tersebut tidak berbahaya, email phising yang dikirim pembuat ransomware akan disamarkan seolah-olah datang dari pihak resmi, misalnya dari lembaga keuangan. Begitu dibuka, data-data di perangkat milik korban bakal langsung terkunci.
Kategori serangan lainnya yang juga banyak terjadi yaitu melalui perangkat IoT (internet of thinks), di mana penjahat siber memanfaatkan perangkat IoT yang sudah diretas untuk melancarkan serangan dengan skala yang lebih besar melalui internet. Yang juga tidak kalah banyaknya adalah penerobosan akun email, di mana penjahat siber langsung meretas penyedia layanan.
Awal tahun ini, Avast Software juga telah merilis Avast 2017. Ondrej mengatakan produk ini diluncurkan bukan sekedar untuk melawan virus-virus standar, tetapi juga untuk mengatasi tren ancaman yang sedang berkembang, termasuk ketiga kategori serangan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




