Cegah Serangan Ransomware Terulang, BPJS Kesehatan Kirim Ahli TI

Rabu, 17 Mei 2017 | 21:50 WIB
DM
FH
Penulis: Dina Manafe | Editor: FER
Pengumuman di RS Dharmais setelah terkena serangan virus Ransomware Wannacry.
Pengumuman di RS Dharmais setelah terkena serangan virus Ransomware Wannacry. (Beritasatu TV)

Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berharap peserta program JKN-KIS tidak mengalami kendala untuk mendapatkan layanan kesehatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais pascaserangan ransomware WannaCry. BPJS Kesehatan sendiri telah mengirimkan tim ahli teknologi informasi (TI) untuk mencegah dan memastikan sistem informasi yang berkaitan dengan pelayanan peserta JKN tidak terganggu.

"Kami berharap RS Dharmais atau rumah sakit lain kalau pun ada kendala segera diatasi, sehingga pasien tetap dilayani," kata Kepala Departemen Komunikasi Eksternal dan Humas BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, di Jakarta, Rabu (17/5).

Irfan mengatakan, sistem informasi yang berkaitan dengan layanan peserta di rumah sakit, ialah penerbitan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dan klaim biaya layanan. Untuk SEP, kata Irfan, terpisah dengan sistem rumah sakit, sehingga database (pusat data) peserta tetap aman.

"Komputer dan jaringan tetap milik rumah sakit, tapi kami tanam data base peserta di server untuk bisa menerbitkan SEP. Tim TI kami sudah memastikan data base peserta tidak ada masalah," kata Irfan.

SEP berisi informasi mengenai status kepesertaan pasien apabila menggunakan kartu JKN-KIS untuk mendapatkan layanan. Penerbitan SEP dilakukan pada awal pasien datang ke rumah sakit dan mendaftar. Sebelum memberikan pelayanan, pihak rumah sakit memastikan status pasien layak atau tidak, misalnya apakah sudah terdaftar, masih aktif, menunggak membayar iuran atau tidak.

Sementara untuk klaim biaya layanan, kata Irfan, tidak bersifat online, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Dokumen tagihan rumah sakit ke BPJS Kesehatan bisa dikirim melalui surat elektronik (email) atau pun hard copy.

"Sampai saat ini belum ada yang komplain ke kami, baik itu dari pendaftaran, mendapatkan pelayanan atau pun pembayaran," kata Irfan.

Meskipun database peserta tidak terganggu, menurut Irfan, bukan berarti pihaknya dan RS tidak berhati-hati. Prinsip kehati-hatian (prudent) tetap diutamakan. Hingga saat ini, kata dia, tim TI BPJS Kesehatan terus memantau sistem yang langsung terhubung (online) dengan data base, dan melakukan pengamanan.

Untuk pengamanan data base, menurut Irfan, pihaknya selalu memenuhi standar operasional prosedur (SOP), di antaranya menggunakan perangkat lunak (sofware) Windows yang asli (original) dan terus diperbarui. BPJS Kesehatan, kata dia, juga memiliki back-up data.

Setelah hari keempat pasca serangan ransomware WannaCry, pihak RS Dharmais masih berupaya melakukan perbaikan terhadap sistem informasi yang terganggu. Beberapa komputer sudah diinstal ulang.

Direktur Utama RS Dharmais, Abdul Kadir, dalam pesan singkatnya kepada Suara Pembaruan, mengatakan, sistem informasi hari ini sudah berfungsi, dan pelayanan kepada pasien sudah kembali normal. Layanan tidak lagi dilakukan manual seperti hari-hari sebelumnya.

"Sudah, sudah berfungsi kembali," kata Kadir. "Soal penerbitan SEP sudah menggunakan standar TI dan proses tagihan juga sudah bisa dilakukan hari ini," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon