Dampak Serangan Petya Minim karena Libur Panjang

Kamis, 6 Juli 2017 | 16:11 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Rudiantara.
Rudiantara. (Antara)

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengaku tidak banyak laporan yang masuk perihal serangan Petya Ransomware di Tanah Air. Disebutkannya, tidak sampai sepuluh laporan yang masuk terkait serangan malware tersebut.

"Ada beberapa yang laporan. Yang paling banyak itu yang ratusan itu query. Query itu permintaan bahwa ini sebaiknya bagaimana, bagaimana, urutannya dan sebagainya. Tetapi, ada beberapa yang mengatakan terkena, terpapar tapi saya belum dapat konfirmasi lagi. (jumlahnya) sedikit. Kalau dari sisi institusi tidak sampai sepuluh," kata Rudiantara yang ditemui di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Kamis (6/7).

Menurutnya, virus tersebut tidak banyak berdampak di Tanah Air karena libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Mengingat, serangan virus bisa terjadi ketika komputer dinyalakan dan terhubung dengan koneksi internet. Sedangkan, ketika libur panjang banyak perusahaan atau kantor yang tidak beroperasi sehingga minim serangan virus.

"Di Eropa Timur, Asia Selatan, Eropa Barat, Korea, dan Amerika Serikat itu yang terkena. Di kita (Indonesia) ini ada libur Lebaran panjang 10 hari. Kalau mereka kan walaupun ada libur Lebaran seperti kita itu kan tidak sampai libur panjang seperti kita. Jadi saat mereka masuk kantor ya terkena," ungkapnya.

Demikian juga, lanjutnya, dalam kasus malware Wannacry yang sempat membuat heboh. Menurutnya, tidak terlalu berdampak di Tanah Air karena ketika itu pemerintah juga menetapkan libur bersama, sehingga memberikan waktu bagi kementeriannya untuk memberikan peringatan dini perihal bahaya dan solusi menghindari virus tersebut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon