"Penjinak" WannaCry Ditahan Polisi AS
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 19:39 WIB
Las Vegas - Marcus Hutchins (22), peretas asal Inggris yang berjasa dalam mengatasi virus malware global WannaCry pada Mei lalu, ditahan oleh kepolisian AS Rabu (2/8) atas tuduhan menciptakan malware yang mampu meretas data perbankan.
Hutchins dituduh melanggar undang-undang siber AS karena menciptakan dan mengedarkan virus berjenis Trojan yang disebut Kronos. Hutchins ditahan di Las Vegas, AS seusai menghadiri konferensi keamanan siber Black Hat dan Defcon.
Menurut securityintelligence.com, Kronos dijual dengan harga US$ 7.000 di pasar gelap. Virus ini diklaim mampu menghindari antivirus untuk mencuri data rahasia milik nasabah perbankan. Hutchins dituduh memasarkan Kronos sejak Agustus 2014.
Hutchins adalah orang yang berhasil menemukan cara mematikan peredaran WannaCry, sejenis malware yang mampu mengunci komputer kecuali korbannya membayar tebusan. Ketika menganalisa kode WannaCry, Hutchins menemukan kelemahan virus yang menyerang ribuan komputer di seluruh dunia. Hanya dengan modal US$ 10, Hutchins membeli hak ke sebuah situs yang sangat vital bagi penyebaran WannaCry dan mematikan peredaran WannaCry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




