2021, Link Net Bidik 2,8 Juta Sambungan Rumah
Selasa, 5 September 2017 | 18:30 WIB
Jakarta - PT Link Net Tbk menargetkan untuk memasang sebanyak 2,8 juta home passed (sambungan rumah) hingga 2021, dari jumlah yang terpasang sebanyak 1,9 juta home passed hingga semester 1 2017. Setiap tahunnya, Link Net mengklaim berhasil memasang sebanyak 150.000-200.000 home passed. Jumlah tersebut dinilai cukup agresif bagi sebuah perusahaan dalam memasang home passed. Wilayah yang dijangkau oleh home passed Link Net terdapat di tujuh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Bali, Medan, dan Batam.
Sementara, jumlah pelanggan Link Net (broadband dan TV berbayar), hingga semester I 2017 telah mencapai 1,07 juta pelanggan, dan ditargetkan akan tumbuh sekitar 13-15 persen hingga akhir 2017. Sedangkan, dari sisi revenue, hingga semester I 2017, Link Net berhasil mencatat sebesar Rp 1,651 triliun, dan ditargetkan akan tumbuh sekitar 13-15 persen hingga akhir tahun 2017.
President Director PT Link Net Tbk Irwan Djaja mengatakan, untuk pengembangan home passed, pihaknya akan gencar melakukan penetrasi di area-area yang sudah memiliki jaringan backbone Link Net. Misalnya, di area sepanjang pulau Jawa yang melewati beberapa kota utama sepanjang pulau Jawa dari Jakarta hingga Surabaya, dan juga beberapa kota besar lainnya. Selain itu, Link Net juga akan memperkenalkan produk-produk inovatif yang memberikan nilai tambah kepada pelanggan.
"Setiap tahun itu, kita dapat meningkatkan home passed 150.000-200.000. Sehingga 2021 kita targetkan bisa capai 2,8 juta home passed. Kita juga akan terus melakukan ke area-area yang sudah memiliki backbone jaringan kita, dan juga memperkenlakan produk-produk yang inovatif dan simple kepada pengguna kita," kata Irwan saat konferensi pers di Gedung Beritasatu Plaza, Jakarta, Selasa, (5/9).
Menurut Irwan, potensi pasar home passed di kota-kota yang memiliki skala ekonomi tersebut sekitar 7,3 juta home passed hingga 2021. Sementara, hingga kini, Link Net baru membangun sekitar 1,9 juta home passed. Sehingga, potensi home passed ke depannya masih sangat potensial untuk digarap.
"Menurut penelitian Nielsen baru-baru ini, potensi home passed itu sekitar 7,3 juta home passed. Ini artinya masih sangat potensial untuk digarap. Jadi, ke depannya, selain fokus di core bisnis utama kita di segmen residensial, kita juga akan fokus menggarap sektor korporat. Karena memang the future engine of gold itu adanya di enterprise," ujar Irwan.
Sementara itu, lanjut Irwan, pada tahun ini Link Net mengalokasikan dana Capex (Capital Expenditure) sebesar Rp 1 triliun. Hingga semester I, dana yang sudah terserap sebanyak Rp 400 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur jaringan infra city dan juga pengembangan layanan Link Net sendiri.
"Tahun ini kami alokasikan dana capex Rp 1 triliun. Dana yang sudah terserap sekitar Rp 400 miliar hingga semester 1 2017. Kami fokus pengembangan jaringan infrastruktur infra city," imbuh Irwan. (man).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




