Efisiensi Platform Server Kolaborasi ERA Linux

Kamis, 7 September 2017 | 21:37 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Aplikasi ESET Remote Administrator (ERA) dengan menggunakan platform server Linux.
Aplikasi ESET Remote Administrator (ERA) dengan menggunakan platform server Linux. (Beritasatu Photo/Istimewa)

Jakarta - Bagi sebuah perusahaan, menerapkan sistem keamanan dalam jaringan komputer merupakan kewajiban yang tidak bisa dielakkan. Sebagian besar perusahaan juga memiliki tanggung jawab kepada staf dan pelanggan mereka untuk mengamankan data yang terdapat di server perusahaan.

Pengelolaan keamanan jaringan, manajemen kontrol sebagai regulator untuk mengawasi dan mengatur sistem keamanan yang ditempatkan dalam server juga perlu menjadi perhatian. Seringkali, server juga ikut jadi sasaran serangan, dimana pengembang malware bukan sekali dua menciptakan ransomware yang khusus menyerang server.

Technical Consultant PT Prosperita - ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, menyatakan, pihaknya mendorong pentingnya pemilihan platform server yang tepat bagi kalangan perusahaan.

"Server merupakan jantung utama keamanan sistem perusahaan. Fungsi utamanya sebagai manajemen kontrol yang mengelola, mengawasi kinerja sistem keamanan menjadikannya sebagai obyek vital. Karenanya, pemilihan platform menjadi krusial, karena ini merupakan elemen mendasar dalam sebuah komputer. Jika kita membandingkan satu platform dengan platform lain, Linux paling direkomendasikan karena memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki platform lain," jelas Yudhi, di Jakarta, Kamis (7/9).

ESET sendiri, kata Yudhi, mengklaim 100 persen Native Management Antivirus di Linux. Hal ini, kata dia, memberikan kemudahan pada perusahaan yang memiliki infrastruktur beragam.

"Perusahaan tetap bisa menikmati perlindungan antivirus pada semua sistem operasi, dan melakukan manajemen antivirus pada sistem operasi Linux," paparnya.

ESET Remote Administrator (ERA) merupakan aplikasi untuk mengelola produk ESET di lingkungan jaringan, termasuk workstation, server dan perangkat seluler dari satu lokasi pusat. Dengan menggunakan ESET Remote Administrator Web Console (ERA Web Console) pengguna dapat mengelola tugas, menerapkan kebijakan keamanan, memantau status sistem dan dengan cepat merespons masalah atau ancaman pada komputer dari jarak jauh.

Aplikasi ERA, kata Yudhi, dapat diinstal pada Windows dan server Linux selain mendukung native hypervisor seperti VMware vSphere/ESXi, Microsoft Hyper-V dan hypervisor host yang biasanya berjalan pada sistem operasi desktop seperti VMware Workstation, VMware Player, Oracle VirtualBox.

"Dengan begitu kemampuan adaptif ERA terhadap berbagai platform akan memudahkan implementasi pada jaringan perusahaan membuatnya menjadi lebih efektif dan efisien," tambah Yudhi.

Apabila sistem komputer perusahaan menggunakan virtualisasi, ERA sebagai virtual appliance memudahkan penyebaran ESET pada beberapa host sekaligus, sehingga informasi yang ditampilkan dalam ESET Remote Administrator akan sama seperti di dalam server virtual machine.

"Terlepas dari itu, fungsi ERA sebagai sistem manajemen terpusat dan remote management tetap berjalan untuk mengontrol virtual machine dan mengambil berbagai tindakan yang diperlukan melalui web konsol," jelasnya.

Kemudahan penyebaran dari komputer host ke komputer guest dapat terjadi karena adanya peranan OVA, yaitu ekstensi virtualisasi ESET untuk mempermudah implementasi ERA. OVA merupakan paket penginstalan yang terdiri dari ERA dan Linux yang dibundel, apabila dijalankan akan memasang sistem operasi Linux dan ERA sekaligus. Sehingga IT perusahaan tidak perlu lagi menginstal satu persatu Linux dan Era secara terpisah yang bisa menghabiskan banyak waktu.

"Stabilitas, daya tahan dan kemampuan proses yang tinggi membuat kenapa Linux disandingkan dengan ERA dalam OVA. Selain itu sebagai open source, Linux bisa digunakan secara bebas tanpa memerlukan lisensi atau royalti yang dibayarkan, sehingga dapat membantu dalam memangkas pengeluaran perusahaan dalam jumlah yang besar," kata Yudhi.

"Opsi lain yang bisa menjadi pertimbangan perusahaan adalah keamanan, minimnya celah keamanan dan kerentanan platform Linux mempersempit ruang bagi penjahat siber untuk mengeksploitasi," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon