Kasus Penyerangan Novel, Polisi: Belum Perlu TGPF
Selasa, 7 November 2017 | 17:53 WIB
Jakarta - Selama hampir tujuh bulan, kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan hingga saat ini masih gelap. Polisi belum menemukan siapa pelaku penyiram air keras ke wajah penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.
Sejumlah pihak meminta agar mempertimbangkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Namun, polisi menilai pembentukan TGPF belum perlu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pembentukan TGPF belum perlu karena penyidik masih bekerja keras mengungkap kasus ini.
"Menurut saya, untuk pembentukan TGPF belum perlu. Karena kami ada progres. Setiap hari, tiap minggu kami anev (analisa evaluasi). Ada progres di situ," ujar Argo, Selasa (7/11).
Dikatakan, dalam mengungkap sebuah kasus memang ada yang memerlukan waktu cepat dan ada juga yang lama, bergantung bukti yang ditemukan.
"Untuk pengungkapan kasus itu ada cepat atau lambat. Contoh seperti KBRI di Paris tahun 2004, itu ada bom. CCTV bagus, lebih bagus dari Indonesia, jelas siapa yang meletakkan bom di sana. Sampai sekarang belum terungkap," ungkapnya.
Ia menyampaikan, sejauh ini perkembangan kasusnya, penyidik sudah mengkonfrontasi saksi yang diduga melihat pelaku dan dibuatkan sketsa wajahnya.
"Kami sudah konfrontasi dengan saksi, apakah benar sketsa-sketsa seperti apa, wajahnya seperti apa. Kemudian kami juga teliti kembali. Setelah dikroscek kembali, akan kami masukkan ke komputer. Nanti kami share, agar masyarakat tahu ada saksi yang melihat. Kami sedang meneliti foto atau sketsa yang dibilang oleh saksi," katanya.
Ia menuturkan, sudah ada beberapa TGPF yang dibentuk untuk mengungkap sejumlah kasus, namun belum terungkap juga siapa pelakunya.
"Menurut saya, kalau yang berkaitan dengan hal-hal kasus lama belum terungkap, nanti masyarakat semua bisa meminta TGPF. Banyak kasus seperti di Jakarta Barat, ada pembunuhan satu keluarga belum kami dapatkan pelaku, di Kebon Jeruk juga satu keluarga belum kami dapatkan. Itu masalah waktu saja," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




