Penyebaran File Jahat Tumbuh 11,5% Sepanjang 2017
Sabtu, 23 Desember 2017 | 13:02 WIB
Jakarta - Di tahun 2017 ini, setiap harinya penjahat siber meluncurkan 360.000 file jahat baru, meningkat 11,5 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal di tahun 2015, jumlahnya sempat mengalami sedikit penurunan. Hal ini terungkap dalam laporan tahunan Kaspersky Security Bulletin 2017 yang baru saja dirilis Kaspersky Lab.
Sebagian besar file yang diidentifikasi berbahaya termasuk dalam kategori malware (78 persen). Namun, virus - yang prevalensinya menurun secara signifikan sejak 5-7 tahun yang lalu karena perkembangannya yang kompleks dan efisiensi yang rendah - masih menyumbang sebesar 14 persen pada deteksi harian. File yang tersisa adalah perangkat lunak periklanan berbahaya (Adware), yang tidak dianggap berbahaya secara default, namun dalam banyak kasus dapat menyebabkan paparan informasi pribadi dan risiko lainnya.
"Dalam dua tahun terakhir ini jumlah malware baru yang kami temukan kembali meningkat, yang merupakan pertanda bahwa minat untuk membuat kode berbahaya yang baru telah hidup kembali. Peningkatan yang eksplosif dalam serangan ransomware selama beberapa tahun terakhir ini akan terus berlanjut, karena ada ekosistem kriminal yang sangat besar di balik ancaman jenis ini, menghasilkan ratusan sampel baru setiap hari," kata Head of Anti-Malware Team di Kaspersky Lab, Vyacheslav Zakorzhevsky dalam keterangan resminya, Sabtu (23/12).
Statistik tahunan dari ancaman lainnya yang menjadi sorotan di tahun 2017 meliputi solusi Kaspersky Lab yang berhasil menghentikan 1.188.728.338 serangan yang diluncurkan dari sumber online di seluruh dunia, dan solusi web antivirus milik Kaspersky Lab yang berhasil mendeteksi 15.714.700 objek berbahaya yang unik.
Agar tetap terlindungi, Kaspersky Lab merekomendasikan hal-hal berikut ini :
1. Perhatikan, dan jangan membuka file atau lampiran yang mencurigakan yang diterima dari sumber yang tidak dikenal.
2. Jangan men-download dan menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya.
3. Jangan klik link yang diterima dari sumber yang tidak dikenal dan iklan online yang mencurigakan.
4. Buat password yang kuat dan jangan lupa untuk mengubahnya secara teratur.
5. Selalu memasang pembaharuan, dan baikan pesan yang meminta untuk menonaktifkan sistem keamanan untuk perangkat lunak perkantoran atau perangkat lunak antivirus.
6. Gunakan solusi keamanan yang sesuai dengan jenis dan perangkat sistem Anda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




