China Sangkal Siapkan Perang di Laut China Selatan

Sabtu, 12 Mei 2012 | 12:58 WIB
AU
B
Penulis: AFP/ Dewi Ria Utari | Editor: B1
Demontrasi di depan kedutaan China di Filipina.
Demontrasi di depan kedutaan China di Filipina. (AFP)
Meski masih mengklaim memiliki wilayah yang dipersengketakan dengan Filipina.

China menyangkal meningkatnya persiapan bertempur negara mereka sebagai respon atas perselisihan wilayah di Laut China Selatan dengan Filipina.

Ketegangan muncul bulan lalu, terhadap Scarborough Shoal, daerah kecil berbatu di Laut China Selatan, sekitar 230 kilomenter dari pulau utama Luzon, Filipina.

Sengketa terjadi ketika pihak pemerintah Filipina mendeteksi kapal nelayan China di sana. Pihak Filipina berusaha menahan kru kapal, namun dihalami kapal pengawas China yang dengan cepat tiba di daerah itu.

Kementerian Pertahanan China menyangkal unit militernya menyiapkan diri untuk berperang, meskipun media pemerintah memperingatkan bahwa China menyiapkan diri untuk berperang.

“Laporan bahwa militer daerah Guangzhou, armada di Laut China Selatan, dan unit lainnya yang memasuki sebuah negara untuk bersiap berperang, tidaklah benar,” kata pihak kementerian dalam sebuah pernyataan singkat di situs kementerian tersebut.

Militer daerah Guangzhou di kawasan China selatan, bertanggung jawab di area tersebut.

Rumor di Internet mengatakan bahwa China telah meminta beberapa unit militernya untuk menyiapkan diri di level dua dari empat level kesiapan perang, yang mengindikasikan kesiapan penuh.

Dua negara itu telah memiliki kapal non militer yang menempatkan diri di daerah itu sejak 8 April sebagai usaha untuk menegaskan kedaulatan keduanya di area tersebut.

China mengklaim secara virtual seluruh Laut China Selatan yang diyakini menjadi lokasi yang mengandung minyak dan gas, sebagai teritori yang memiliki latar belakang sejarah. Pihak Filipina sendiri mengklaim wilayah itu sebagai bagian dari teritori.

Pada Jumat (11/5), sekitar 300 pemrotes berdemonstrasi di luar kedutaan China di Filipina untuk mencela “gertakan” oleh Beijing.

Taiwan, Brunei, Vietnam, dan Malaysia juga mengklaim bagian dari lautan itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon