DKI Bakal Bangun Orchard Road Versi Ibu Kota

Sabtu, 24 Maret 2018 | 10:24 WIB
ES
YD
Penulis: Erwin C Sihombing | Editor: YUD
Ribuan warga menyaksikan bedera merah putih raksasa dalam karnaval Cap Go Meh Glodok 2016 di sepanjang Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Minggu (21/2/16).
Ribuan warga menyaksikan bedera merah putih raksasa dalam karnaval Cap Go Meh Glodok 2016 di sepanjang Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Minggu (21/2/16). (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Bagi kota metropolitan sekelas Jakarta, keberadaan sabuk wisata sekaligus pusat perbelanjaan rasanya tidak muluk. Upaya merevitalisasi Kota Tua oleh Pemerintah Provinsi DKI bisa dijadikan momentum untuk membangun Orchard Road versi Ibu Kota dengan memanfaatkan kawasan Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk yang panjangnya sekitar 3 km.

Kabid Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Hari Bowo tidak menampik adanya rencana itu. Hanya saja Hari belum berani membeberkan secara rinci konsep yang dimaksud karena masih menunggu pembahasan lebih lanjut lintas SKPD.

Kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk yang jaraknya sekitar 5 km dari Kota Tua dikenal dengan Pecinan Jakarta. Di sana juga terletak pusat grosir elektronik Glodok yang kini sudah sepi ditinggal pembeli akibat perubahan konsumsi masyarakat melalui media daring (online).

Pasar Glodok sejatinya sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda. Etnis Tionghoa banyak menetap di sana dan keberadaannya sudah bisa dilacak dari era Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi pusat perdagangan Nusantara.

"Ada rencana ke arah sana (menata kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk) tetapi tidak meniru secara letterlicht (pengartian langsung) seperti Orchard Road di Singapura," kata Hari Bowo, kepada SP, Jumat (23/3) malam.

Di akhir pekan, kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk tidak terlalu padat. Lalu lintas tergolong lancar. Baik dari arah Harmoni menuju Kota maupun sebaliknya. Masing-masing ruas jalan yang luasnya lebih dari 5 meter di luar jalur khusus Transjakarta cukup lengang.

Sore itu, Alex, pedagang mesin cuci di lantai dasar Plaza Arion, Glodok, sedang sibuk menghitung pendapatan hariannya. Dia tidak mengetahui adanya rencana dari pemerintah untuk menata kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk.

"Kalau memang ada rencana begitu, kita ikuti saja perkembangannya. Kita sih, tidak ada pengaruh. Namanya juga baru planning belum tahu realisasinya bagaimana nanti. Nasib kita kan tergantung dari pengelola gedung," ujarnya.

Alex tidak tahu apakah nantinya penataan bisa membuat kawasan itu lebih baik atau tidak. Dirinya bahkan tidak bisa membayangkan jika Gajah Mada-Hayam Wuruk nantinya seperti Orchard Road, Singapura, "Saya belum pernah ke Singapura," kata dia.

Seingat Alex, penataan Gajah Mada-Hayam Wuruk terakhir kali adalah saat pembangunan koridor Transjakarta. Senada dengannya, Peter, pedagang seluler di sebelahnya juga tidak mengingat kapan terakhir kali kawasan itu ditata.

Orchard Road di Singapura yang panjangnya 2,2 km sudah mendunia sebagai pusat perbelanjaan. Sebuah data menyebutkan, sebanyak 2,7 juta jiwa warga Indonesia berbelanja ke sana setiap bulannya. Artinya, kawasan itu menjadi surga bagi para pelancong untuk mencari barang bermerek karena tingkat kenyamanan baik sarana transportasi dan jalur pedesteriannya terjamin.

Arief, salah seorang pedagang rokok impor yang berdagang di jalur trotoar Jl Pancoran, juga tidak mendengar adanya rencana menata Gajah Mada-Hayam Wuruk. Dia menyambut positif saja jika memang ada upaya itu.

"Saya sih belum mendengar tetapi itu cakep kalau dibikin seperti di Singapura. Trotoar besar, orang senang berjalan kaki. Yang penting pedagang tetap boleh berdagang saja," ujar Arief.

Menjelang malam, lalu lintas kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk semakin lancar. Pertokoan sudah tutup dan tidak ada warung tenda di pinggir jalan kecuali, pedagang asongan dan gerobak nasi goreng.

Pedagang kecil itu tidak mengetahui dan tidak bisa membayangkan rencana penataan Gajah Mada-Hayam Wuruk.

Hanya seorang juru parkir di depan pos polisi Glodok yang mendengar adanya rencana merevitalisasi Gajah Mada-Hayam Wuruk. Versi dia, penataan kawasan itu dilakukan pada Desember 2018 saat pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT).

"Nanti bulan Desember dibangun MRT, di sini (depan pos) bakal ada kolong (underpass). Cakep nanti,@ katanya. (SP/Erwin C Sihombing)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon