Risma Minta Warga Surabaya Waspadai Pergantian Musim
Minggu, 29 April 2018 | 08:40 WIB
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga Kota Pahlawan mewaspadai dan mengantisipasi adanya kebakaran sebagai dampak dari pergantian musim hujan ke kemarau.
"Kami membuat surat edaran kepada beberapa organisasi perangkat daerah atau OPD di Pemkot Surabaya, terkait antisipasi dampak ke tanaman bagi para petani dan kebakaran," kata Tri Rismaharini di Surabaya, Minggu (29/4).
Tidak hanya OPD, lanjut dia, para RT/RW, lurah dan camat se-Surabaya juga diberi surat edaran agar terus bergerak menginformasikan kepada setiap warga, utamanya dalam mengantisipasi kebakaran.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya meminta pihak Dinas Pertanian Surabaya membuat sekaligus melaporkan hasil konsep dalam mengatasi musim kemarau bagi para petani di Surabaya.
"Terkait bagaimana cara penyiraman saat musim kering agar bisa panen meskipun musim kemarau," katanya.
Lebih lanjut, Risma juga memantau potensi timbulnya kebakaran saat musim kemarau. Menurutnya, ada banyak kebakaran saat musim kemarau tiba, salah satunya kebakaran alang-alang.
"Dalam hal ini, dirinya meminta kepada dinas kebakaran dan RT/RW agar menyampaikan dan mengimbau warganya untuk mengantisipasi kemungkinan itu," ujarnya.
Selain RT/RW, wali kota juga memerintahan lurah dan camat untuk memantau lokasi atau bangunan yang dapat menimbulkan kebakaran. "Saya minta para camat dan lurah agar menginventariskan lahan kosong yang akan berpotensi kebakaran," katanya.
Adapun imbauan lainnya, Risma meminta seluruh camat dan lurah agar memberitahukan kepada warga terkait pencegahan penyakit demam berdarah (DB). Baginya, penyakit ini sering menyerang anak-anak hingga orang dewasa.
Untuk itu, lanjut Risma, para lurah dan camat diharapkan terus bergerak menyisir setiap kampung agar tidak ada warga yang terserang penyakit berbahaya tersebut.
"Korban DB tidak hanya menyerang orang yang tinggal di kampung, tetapi perumahan-perumahan elit perlu diingatkan," katanya.
Oleh karenanya, Risma menegaskan kepada para RT/RW serta lurah dan camat agar warga yang tinggal di kawasan elit tetap diberi surat edaran dan terus diingatkan.
"Ingat korban DB yang merenggut nyawa seorang direktur perusahaan besar saat itu," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




