2017, Serangan Ransomware Meningkat Paling Pesat
Rabu, 6 Juni 2018 | 19:57 WIB
Jakarta - Berdasarkan laporan terbaru Dimension Data bertajuk "Executive Guide to the NTT Security 2018 Global Threat Intelligence Report", sebanyak 150 juta serangan siber terjadi di dunia sepanjang 2017. Meskipun Spyware/key loggers masih mendominasi serangan, malware jenis Ransomware ternyata mencatatkan pertumbuhan paling besar.
"Serangan Ransomware tahun 2017 naik sampai 350%. Persentasenya dari seluruh serangan siber juga naik dari 1% di 2016 menjadi 7% di 2017. Di tahun ini, kami juga memprediksi serangannya akan semakin besar, dan jadi pintu masuk untuk melancarkan serangan lain," kata Country General Manager Dimension Data, Hendra Lesmana, di Jakarta, Rabu (6/6).
Dari hasil analisa Dimension Data, 20% serangan Ransomware menyasar industri gim. Menurut Hendra, hal ini sejalan dengan tren gim yang semakin meningkat, baik lewat perangkat mobile maupun personal computer (PC).
"Industri gim sekarang itu bisa mendapatkan revenue yang sangat bersar. Bisa dibayangkan apabila ada server yang diserang, jutaan pelanggannya tidak bisa mengakses, yang mengakibatkan kerugian besar. Ini jadi target yang menarik bagi penjahat siber," tutur Hendra.
Dalam melancarkan serangannya, Hendra mengatakan pelaku Ransomware menggunakan beberapa pintu masuk, seperti lewat WiFi publik atau email phising. Karakteristik Ransomware yakni dengan menyandera atau mengunci data milik korban, kemudian meminta uang tebusan bila ingin data tersebut bisa diakses kembali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




