Pengelolaan Sampah Masih Jadi Tantangan Besar
Rabu, 8 Agustus 2018 | 17:44 WIB
Jakarta - Persoalan pengelolaan sampah khususnya di kota-kota besar masih menjadi tantangan besar. Sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat saling bekerja sama untuk menjadi bagian dari solusi atas masalah tersebut. Salah satunya, dimulai dengan memilah sampah.
Untuk mendorong hal tersebut, Praise (Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment/Asosiasi Untuk Kemasan & Daur Ulang Bagi Lingkungan Indonesia yang Berkelanjutan) bermitra dengan Waste4Change berinisiatif menempatkan 100 unit Dropping Box di berbagai wilayah Jakarta.
"Dropping Box tersebut sebagai solusi berupa sistem pengumpulan sampah kemasan yang bertujuan mengedukasi sekaligus membentuk kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah demi mendukung usaha daur ulang sampah kemasan. Terlebih, saat ini setiap orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 0,7 kg sampah per hari," ujar Perwakilan Praise, Sinta Kaniawati, di Jakarta, Rabu (8/8).
Sinta mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, timbunan sampah di seluruh Indonesia tahun 2017 mencapai 65,8 juta ton per tahun. Di Jakarta sendiri, tercatat volume sampah telah mencapai 6.500 ton hingga 7.000 ton per hari.
Sedangkan kondisi pengelolaan sampah, riset terbaru dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan, sebanyak 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Artinya, sekitar 15 juta ton sampah mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak ditangani.
"Data yang sama juga menunjukkan, 69 persen sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan hanya 7 persen yang berhasil didaur ulang," tambahnya.
Sinta mengatakan, mengubah persepsi dan kebiasaan masyarakat mengenai sampah merupakan hal yang penting. Perlu disadari bersama, kunci dari bernilai atau tidaknya sampah terletak pada pemilahan yang tepat. Sayangnya, perilaku memilah sampah masyarakat Indonesia masih rendah. Data Badan Pusat Statistik (PS) menyebutkan, perilaku memilah sampah di rumah tangga baru mencapai 18,84 persen.
"Untuk bersama-sama memperbaiki kondisi ini, kami percaya partisipasi masyarakat untuk mulai aktif memilah sampah harus terus digalakkan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, inisiatif Dropping Box ini sejalan dengan upaya pihaknya untuk terus mengedukasi warga agar memilah sampah, sehingga sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat kemudian disimpan di Bank Sampah dan didaur ulang.
"Pemprov DKI ngin mengubah pengelolaan sampah untuk tidak lagi ada terpusat di hilir, tapi dimulai di hulu dengan memisahkan dan memilah sampah yang dikonsumsi, serta menjadikan hal itu sebagai sebuah gerakan bersama," kata Isnawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




